Festival 4 Musim di Negara Jepang dan Korea

MUSIM SEMI

JEPANG

Jepang merupakan salah satu Negara yang memiliki empat musim dengan berbagai perayaan (matsuri) yang berbeda dan memiliki ciri khas tersendiri pada masing-masing musim. Hal inilah yang membedakan Jepang dengan Negara yang mempunyai empat musim lainnya. Seperti perayaan pada musim semi misalnya. Saat musim semi ada berbagai perayaan yang diadakan di Jepang. Matsuri tersebut antara lain Hinamatsuri, Shubun no hi, Hanami dan Kodomo no hi. Masing-masing perayaan memiliki sejarah dan keunikan tersendiri.

  1. Hinamatsuri (雛祭)

Hinamatsuri adalah salah satu festival yang diadakan tiap musim semi (haru) di Jepang. Festival disebut juga sebagai festival pembuka musim semi karena Hinamatsuri merupakan festival yang pertama kali diadakan pada musim semi yaitu pada tanggal 3 Maret.

Perayaan Hinamatsuri bertujuan untuk mendoakan anak perempuan agar tumbuh sehat. Oleh karena itu tiap keluarga yang mempunyai anak perempuan ikut merayakan festival ini dengan memajang satu set boneka yang mengenakan kimono zaman Heian dan menggambarkan upacara perkawinan tradisional di Jepang. Perayaan Hinamatsuri disebut juga festival boneka atau festival anak perempuan. Hal ini bermula dari kebiasaan para putri bangsawan dalam bermain, yaitu memainkan boneka putri (hiina bi).

  1. a) Susunan boneka

Boneka dipajang di atas panggung bertingkat (dankazari) yang dilapisi selimut tebal warna merah (hi-mōsen)

Tangga teratas, deretan teratas diisi oleh dua boneka yang merupakan simbol kaisar (o-dairi-sama) dan permaisuri (o-hina-sama). Peletakan urutan kanan atau kiri baik untuk kaisar maupun permaisuri di wilayah Kansai dan Kanto berbeda, namun untuk setiap anak tangga berikutnya susunan bonekanya selalu sama.

Tangga kedua, Boneka yang dipajang pada tangga kedua yaitu boneka puteri istana yang berjumlah 3 orang (san-nin kanojo) lengkap dengan peralatan minum sake. Boneka putri yang diletakkan di tengah membawa mangkuk sake (sakazuki), sedangkan dua putri lainnya masing-masing membawa poci sake (kuwae no chōshi) dan wadah sake yang disebut (nagae no chōshi).

Tangga ketigaLima boneka pemusik pria (go-nin bayashi) berada di tangga ketiga. Semuanya membawa alat musik seperti taiko, okawa, kotsuzumi dan seruling, kecuali penyanyi hanya membawa kipas lipat.

Tangga keempat, dua boneka menteri (daijin) yang terdiri dari Menteri Kanan (Udaijin) dan Menteri Kiri (Sadaijin) berada di tangga ke-4.

Tangga kelima, pada tangga kelima diletakkan tiga boneka pesuruh pria (shichō) yang masing-masing membawa bungkusan berisi topi (daigasa).

  1. b) Hidangan

selain satu set boneka yang dipajang di rumah ada juga makanan yang dibuat khusus untuk anak perempuan yang merayakan Hinamatsuri. Sajian tersebut antara lain kue hishimochi, kue hikigiri, makanan ringan hina arare, sup bening dari kaldu ikan tai atau kerang (hamaguri ), serta chirashizushi. Selain makanan, minumannya pun juga dibuat khusus untuk hari itu seperti, sake putih (shirozake) yang dibuat dari fermentasi beras ketan dengan mirin atau shochu, dan koji. Selain sake putih ada juga sake manis (amazake) yang dibuat dari ampas sake (sakekasu) yang diencerkan dengan air dan dimasak di atas api.

  1. c) Sejarah

Berdasarkan kalender lunisolar, hari ke-3 bulan ke-3 adalah momo no sekku (perayaan bunga persik), karena bertepatan dengan mekarnya bunga persik. Oleh karena itu Hinamatsuri dirayakan tiap hari ke-3 bulan ke-3. Namun perayaan itu berubah ketika kalender Gregorian mulai digunakan di Jepang pada tanggal 1 Januari 1873. Sejak saat itu perayaan Hinamatsuri berubah menjadi tanggal 3 Maret. Meskipun demikian, sebagian orang masih ada yang lebih memilih perhitungan kalender lunisolar saat merayakan Hinamatsuri (sekitar bulan April pada kalender Gregorian)

Sekitar abad ke-8 ada kebiasaan bermain boneka di kalangan anak perempuan bangsawan istana pada zaman Heian. Biasanya boneka yang dimainkan lengkap dengan rumahnya yang berbentuk istana. Kemudian permainan tersebut dikenal dengan hina asobi. Faktanya, hina asobi adalah sebuah permainan belaka dan bukan merupaka suatu ritual. Meskipun begitu, sejak zaman Edo yakni sekitar abad ke-19, hina asobi mulai dikaitkan dengan perayaan musim semi. Seperti perayaan musim lainnya yang biasanya disebut matsuri, sehingga hina asobi diubah menjadi Hinamatsuri dan perayaannya pun tidak hanya di kalangan istana saja melainkan meluas di kalangan rakyat. Orang Jepang di zaman Edo terus mempertahankan cara memajang boneka seperti tradisi yang diwariskan turun temurun sejak zaman Heian. Boneka dipercaya memiliki kekuatan untuk menyerap roh-roh jahat ke dalam tubuh boneka, dan karena itu menyelamatkan sang pemilik dari segala hal-hal yang berbahaya atau sial. Asal-usul konsep ini adalah hinanagashi (“menghanyutkan boneka”). Boneka diletakkan di wadah berbentuk sampan, Lalu dihanyutkan dalam perjalanan menyusuri sungai hingga akhirnya sampai ke laut dengan membawa serta roh-roh jahat. Kalangan bangsawan dan samurai pada zaman Edo menghargai boneka Hinamatsuri sebagai modal penting untuk wanita yang ingin menikah sekaligus sebagai pembawa keberuntungan. Para orang tua berlomba-lomba membelikan boneka yang terbaik dan termahal bagi putrinya yang ingin menjadi pengantin Sebagai lambang status dan kemakmuran.

Boneka yang digunakan pada awal zaman Edo disebut tachibina (boneka berdiri) karena boneka berada dalam posisi tegak, dan bukan duduk seperti yang sering digunakan dalam perayaan saat ini. Asal-usul tachibina adalah boneka berbentuk manusia (katashiro) yang dibuat ahli onmyodo untuk menghalau nasib sial. Boneka dalam posisi duduk (suwaribina) mulai dikenal sejak zaman Kan’ei. Pada waktu itu, satu set boneka hanya terdiri sepasang boneka yang keduanya bisa dalam posisi duduk maupun berdiri. Seiring dengan perkembangan zaman, boneka menjadi semakin rumit dan mewah. Pada zaman Genroku, orang mengenal boneka genrokubina (boneka zaman Genroku) yang dipakaikan kimono dua belas lapis (jūnihitoe). Pada zaman Kyoho, orang mengenal boneka ukuran besar yang disebut kyōhōbina (boneka zaman Kyōhō). Perkembangan lainnya adalah pemakaian tirai lipat (byōbu) berwarna emas sebagai latar belakang genrokubina dan kyōhōbina sewaktu dipajang. Keshogunan Tokugawa pada zaman Kyōhō berusaha membatasi kemewahan di kalangan rakyat. Boneka berukuran besar dan mewah ikut menjadi sasaran pelarangan barang mewah oleh keshogunan. Sebagai usaha menghindari peraturan keshogunan, rakyat membuat boneka berukuran mini yang disebutkeshibina (boneka ukuran biji poppy), dan hanya berukuran di bawah 10 cm. Namun keshibina dibuat dengan sangat mendetil, dan kembali berakhir sebagai boneka mewah. Sebelum zaman Edo berakhir, orang mengenal boneka yang disebut yūsokubina (boneka pejabat resmi istana). Boneka dipakaikan kimono yang merupakan replika seragam pejabat resmi istana. Prototipe boneka Hinamatsuri yang digunakan di Jepang sekarang adalah kokinbina (translasi literal: boneka zaman dulu). Perintis kokinbina adalah Hara Shūgetsu yang membuat boneka seakurat mungkin berdasarkan riset literatur sejarah. Boneka yang dihasilkan sangat realistik, termasuk penggunaan gelas untuk mata boneka. Mulai sekitar akhir zaman Edo hingga awal zaman Meiji, boneka Hinamatsuri yang mulanya hanya terdiri dari sepasang kaisar dan permaisuri berkembang menjadi satu set boneka lengkap berikut boneka puteri istana, pemusik, serta miniatur istana, perabot rumah tangga dan dapur. Sejak itu pula, boneka dipajang di atas dankazari (tangga untuk memajang), dan orang di seluruh Jepang mulai merayakan hinamatsuri secara besar-besaran.

  1. Shubun no hi (春分)

Shubun no hi atau hari ekuinoks musim semi di jepang merupakan salah satu hari libur resmi yang biasanya jatuh pada tanggal 20 Maret atau 21 Maret ketika terjadi ekuinoks vernal atau titik awal musim semi. Atau bisa dikatakan shubun no hi merupakan peralihan dari musim salju ke musim semi. Saat itu rentang waktu siang sama panjangnya dengan waktu malam. Hari libur ini ditetapkan dengan undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) tahun 1948 untuk “berterima kasih kepada alam dan mencintai makhluk hidup.”

  1. a) Tradisi

Dalam setahun, periode Higan terjadi dua kali yaitu pada musim semi dan musim gugur. Waktu ini biasanya dimanfaatkan untuk membersihkan makam dan mempersembahkan kue botamochi di altar keluarga. Shubun no hi merupakan saat untuk memulai upacara Shunki Higan-e (higan musim semi) bagi penganut agama Buddha di Jepang. Upacara tersebut berlangsung selama seminggu yang bertujuan untuk mendoakan arwah leluhur. Hingga tahun 1947, hari libur ini disebut Shunki kōrei-sai (春季皇霊) yaitu perayaan musim semi arwah leluhur keluarga kekaisaran.

  1. b) Penentuan tanggal

Penentuan tanggal ekuinoks dilakukan oleh rapat kabinet yang diadakan pada tanggal 1 Februari tahun sebelumnya. Penentuan tanggal tersebut didasarkan pada tabel almanak (Rekishō Nempyō) yang merupakan pamphlet terbitan badan observasi Astronomi Jepang. Hasil rapat diumumkan dalam lembaran negara yang disebut kanpo. Menurut perhitungan astronomi yang berlaku sekarang hingga tahun 2025, ekuinoks vernal selalu jatuh tanggal 21 maret, tapi jatuh tanggal 20 Maret pada tahun kabisat dan tahun sesudah tahun kabisat.

  1. Hanami (花見)

Secara harfiah hanami berasal dari kata “hana” yang berarti bunga, dan “mi” yang berarti melihat. Jadi hanami berarti melihat bunga atau dengan kata lain dapat dikatakan menikmati keindahan bunga sakura yang sedang mekar pada musim semi.

Even ini yang sangat dinanti oleh orang-orang Jepang saat musim semi tiba. Hanami biasanya dilakukan di taman terbuka secara berkelompok baik bersama keluarga, teman dan sebagainya. Mereka duduk beralaskan tikar di bawah pohon sakura. Biasanya mereka juga membawa “obento” untuk dimakan sambil menikmati keindahan bunga sakura yang sedang bermekaran. Tidak hanya itu, bahkan ada juga yang melakukannya sambil berkaraoke.

Mereka sangat menikmati saat-saat seperti ini. Saat mereka dapat berkumpul bersama keluarga, teman atau pacar sambil menikmati keindahan bunga sakura. Bahkan ada pula yang rela mengikuti Hanami dari satu kota ke kota lain. Karena momen ini hanya berlangsung selama beberapa hari saja.

  1. Kodomo no hi (こどもの)

Kodomo no hi merupakan hari anak-anak yang disebut juga tango no sekku (perayaan untuk anak laki-laki). Kodomo no hi ini merupakan salah satu perayaan musim semi dan merupakan salah satu hari libur resmi diJjepang yang ditetapkan tiap tanggal 5 mei dan merupakan serangkaian liburan akhir bulan April dan awal bulan Mei. Hari libur tersebut dikenal dengan istilah Golden Week (Minggu Emas). Pengertian istilah Golden Week yaitu jika setelah hari libur berakhir berlanjut dengan libur akhir pekan sehingga jumlah hari libur bertambah.

Sejak tahun 1948 sudah ada peringatan Hari Anak-anak yang telah ditetapkan menjadi hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) dengan tujuan untuk menghormati kepribadian anak, merencanakan kebahagiaan anak, dan sebagai ungkapan terima kasih kepada ibu.

Jika pada perayaan Hinamastsuri masing-masing keluarga (yang mempunyai anak perempuan) memajang boneka, lain halnya dengan perayaan kodomo no hi. Pada perayaan kodomo no hi di setiap rumah menaikkan koinobori. Koinobori adalah kain atau kertas dengan berbagai corak yang berisi gambar dan digantungkan pada ujung tali atau bamboo yang membentang tinggi.

  1. a) Asal-usul

Berdasarkan tradisi kuno Tiongkok yang berkaitan dengan musim semi di Jepang perayaan kodomo no hi dikenal dengan sekku. Sejak zaman dulu, tiap bulan ke-5 kalender Tionghoa biasanya diisi dengan kegiatan mengusir ro-roh jahat. Kemudian pada tanggal 5 bulan 5 dikenal dengan Tango no sekku dan merupakan hari untuk merayakan kesehatan dan pertumbuhan untuk anak laki-laki.

Pada awalnya kodomo no hi merupakan perayaan yang khusus untuk anak laki-laki sehingga perayaannya pun identik dengan semua hal yang ada hubungannya dengan anak laki-laki. Namun itu tak berlaku lagi untuk saat ini karena masa kini perayaan kodomo no hi tidak hanya untuk anak laki-laki saja melainkan untuk anak perempuan juga atau bisa dikatakan untuk semua anak-anak pada umumnya.

  1. b) Tradisi

Ada tradisi memajang replika yoroi (pakaian ksatria zaman dulu) dan kabuto(helm samurai) selama perayaan kodomo no hi berlangsung. Keluarga yang memiliki anak laki-laki juga memasang koinobori (bendera berbentuk ikan mas). Pada bendera ikan mas yang paling besar digambarkan anak laki-laki super kuat Kintaro yang sedang menunggang ikan emas. Kabuto, Yoroi, dan tokoh Kintarō digunakan sebagai simbol harapan anak laki-laki yang sehat dan kuat. Kue yang dimakan selama perayaan adalah kue chimaki dan kashiwamoci.

KOREA

Musim semi di Korea adalah saat dimana bunga Sakura, Maehwa, Canola dan bunga-bunga yang lain bermekaran. Tentu saja saat tersebut panorama Korea menjadi sangat indah. Kunjungan wistawan meningkat tajam. Tak ketinggalan aneka festival pun digelar, semuanya menonjolkan keindahan bunga-bunga yang sedang merekah. Musim semi biasanya jatuh pada bulan Maret-April. Berikut adalah 10 festival musim semi terindah di Korea Selatan.

  1. Gwangyang International Maehwa Festival. Festival ini berlangsung di Desa Maehwa dekat dengan kota Gwangyang, Provinsi Jeollanam-do. Desa ini memang dikenal sebagai daerah yang ditumbuhi pohon plum paling banyak di Korea. Bahkan nama desanya pun menggunakan nama “Maehwa” yang bermekaran saat musim semi tiba. Saat bunga Maehwa mekar sempurna panorama desa ini pun sangat indah. Warna putih kelopak Maehwa ada di setiap sudut desa. Bersamaan dengan bermekarannya Maehwa saat musim semi digelarlah Gwangyang International Maehwa Festival. Festival yang biasanya dilakukan pada bulan Maret ini selalu dijubeli wistawan dari dalam dan luar negari. Setiap tahunnya festival ini mengusung tema-tema yang berbeda. Misalnya tema tentang manfaat dan gizi buah Maesil. Maesil adalah buah dari pohon Maehwa yang berasal dari Cina. Uniknya, pohon ini sudah ada di Korea sejak 1500 tahun lalu. Sejak saat itu bangsa ini menggunakan Maesil untuk kepentingan medis.
  2. Gurye Sansuyu Festival

Desa Sangwi adalah desa tempat bunga Sansuyu bermekaran dan menjadi daya tarik utama wisata alam di Gurye. Di daerah ini, kita dapat berjalan ke sekitar desa melalui jalur dinding batu yang dipenuhi dengan bunga-bunga berwarna kuning sepanjang 2 km dari Sangwi sampai Hawi. Di Korea, bunga Sansuyu dibuat untuk bahan teh, alkohol dan makanan yang semuanya dapat Anda cicipi saat mengunjungi festival ini. Tidak itu saja, kita juga bisa menikmati berbagai acara festival sepeti pesta kembang api dan beberapa event budaya. Sedikitnya ada 15 pertunjukan dan acara kebudayaan yang dipertunjukkan termasuk pertunjukan adat, musik dan lomba menyanyi. Berbagai kegiatan di Gurye Sansuyu Festival memang mampu menyenangkan semua pengunjung dan penduduk lokal. Pemandangan gunung yang kekuningan, hembusan angin yang lembut membuat kita semua segar, sehat dan bersemangat menyambut musim semi yang indah.

  1. Jinhae Gunhanje Festival

Jinhae adalah salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan saat musim semi. Pemandangan yang paling menakjubkan dari tempat ini adalah saat bunga Sakura berguguran dan memenuhi beberapa sudut kota. Saat bunga bemekaran dan akhirnya jatuh memenuhi jalan-jalan disini, saat itulah momen paling menakjubkan di Jinhae. Keindahan kota ini lantas dimanfaatkan oleh pemerintah setempat untuk menggelar Jinhae Gunhangje Festival yang biasanya dilakukan pada bulan April hingga Mei. Festival ini rutin digelar setiap tahun sejak 1963. Wisatawan dan penduduk setempat dapat menikmati pemandangan yang indah dari bunga Sakura yang bermekaran. Perhelatan ini turut menyumbangkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jinhae yang mencapai 1 juta setiap tahunnya.

  1. Jeju Cherry Blossom Festival

Saat musim semi, kecantikan Jeju pun berlipat. Jeju bahkan disebut sebagai pulau dengan bunga sakura paling banyak setiap tahunnya. Tidak itu saja, bunga sakura di Jeju adalah jenis bunga dengan kelopak terbesar. Pesona inilah yang akan memanjakan pengunjung Jeju Cherry Blossom Festival yang biasanya dilaksanakan pada bulan Maret – April. Berbagai acara digelar pada Jeju Cherry Blossom Festival. Selain menikmati keindahan bunga sakura kita bisa menonton konser terbuka yang gratis untuk setiap pengunjung. Konser ini bertempat di depan Sports Complex Plaza. Juga ada berbagai makanan tradisional yang mendirikan stan di area konser. Jeju Cherry Blossom Festival juga menggelar berbagai konser jazz, konser rakyat Jeju, konser instrumental dan berbagai pertunjukkan lainnya. Masih di festival yang sama pengunjung berkesempatan untuk melihat beberapa panorama Jeju yang ditumbuhi bunga liar. Pemandangan ini tidak kalah indahnya dengan beberapa sudut Jeju yang dipenuhi bunga Sakura bermekaran.

  1. Cheungpunghoban Cherry Blossom Festival

Cheongpunghoban Cherry Blossom Festival biasanya dilaksanakan di danau Cheongpungho. Saat musim semi Cheongpungho dipenuhi bunga Sakura putih, Azalea, dan bunga-bunga liar yang tumbuh dan memberikan tambahan keindahan untuk danau ini. Selain pemandangan alam yang menakjubkan, pengunjung festival juga bisa memilih pameran dan pertunjukkan yang disukai. Tidak itu saja, ada permainan bungee jumping dan olahraga air yang dilakukan di Danau Cheongpungho. Penyelenggara festival ini memang tidak salah sudah menunjuk Danau Cheongpungho sebagai tempat diselenggarakannya festival musim semi. Bagaimana tidak, saat aneka bunga bermekaran, maka air di danau ini akan merefleksikan keindahan tersebut. Jernihnya air danau menambah suasana eksotis dan menjadi buruan bagi para penghobi fotografi yang datang kesini.

  1. Hwagae Cherry Blossoms Festival

Ketika bulan April tiba Hwagae seperti berkarpet salju. Itu adalah ungkapan untuk menggambarkan suasana Hwagae saat musim semi tiba saat bunga-bunga putih yang indah bermekaran. Hwagae yang terletak di Gyeongsangnam-do ini adalah salah satu kawasan yang ditumbuhi pohon bunga Sakura terbanyak di negeri gingseng ini. Itu sebabnya Hwagae Cherry Blossoms Festival adalah gelaran paling banyak menyedot perhatian wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Yang paling terkenal dari gelaran festival bunga sakura ini adalah The 10ri Blossom Road. “Ri” adalah satuan unit pengukuran tradisional Korea yang setara dengan 4,5 km. Jalan ini disebut juga dengan “marriage road”. Hal itu untuk menggambarkan betapa ruas ini sering disusuri oleh pasangan-pasangan yang sedang dimabuk asmara. Selain keindahan yang menakjubkan dari bunga Sakura, ada beberapa pertunjukan budaya yang akan menyambut para tamu. Pertunjukkan itu bisanya digelar di pasar Hwagae dan berbagai restoran yang menyajikan masakan tradisional daerah ini seperti Euneo-hoe dan Chamgetang.

  1. Incheon Baeksa Sansuyu Blossom Festival

Pohon Sansuyu memang telah tumbuh alam selama lebih dari 100 tahun di Incheon. Pada awal musim semi, pohon-pohon ini berubah warna menjadi kuning cerah. Saat musim gugur, pohon indah ini berubah warna menjadi merah. Bersamaan dengan musim semi digelarlah Incheon Baeksa Sansuyu Flower Festival. Selama festival, pengunjung dapat berpartisipasi dalam permainan tradisional rakyat Korea dan menyaksikan parade bunga Sansuyu. Selama festival ini diadakan, jumlah pengunjung yang datang ke desa ini pun meningkat. Diantara mereka adalah para fotografer profesional yang berlibur ke Baeksa dan mengabadikan momen ini. Acara lainnya yang bisa kita nikmati adalah festival pemainan Tuho dan Geunetagi. Ada juga pameran foto dan acara budaya lainnya. Selain itu ada acara-acara seru seperti membuat sabun dan nasi beras dengan Sansuyu.

  1. Yeuido Spring Flowers Festival

Yeuido Spring Flower Festival diadakan setiap tahun pada bulan April. Saat itu Korea sedang mengalami musim semi dengan bunga sakura yang bermekaran di sepanjang jalan-jalan Yeuido, Seoul. Saat musim semi, ada sekitar 1400an pohon Sakura yang mekar sempurna, tepatnya di Yunjungno Avenue, berada di samping gedung National Assembly. Berbagai acara diadakan di kawasan ini untuk memanjakan para turis yang terpesona dengan bunga Sakura yang indah. Jalan-jalan yang menjadi sudut favorit saat Sakura mekar pun dipasang lampu penerangan sejak pukul 6.30 sore. Alhasil, kita tak hanya bisa menikmati Sakura saat siang hari namun juga saat hari sudah mulai gelap. Bahkan malam di musim semi ini menjadi sangat semarak karena lampu tersebut memberikan nuasa romantis bagi siapapun yang sedang bersantai menikmati kehidupan malam kota Seoul. Cara paling baik untuk berwisata saat Yeouido Spring Flower Festival adalah dengan menghabiskan waktu dari sore hingga malam di Yeouido.

  1. Jeju Canola Flower Festival

Canola Flower Festival dimulai pada bulan April saat seluruh pulau Jeju dipenuhi dengan bunga-bunga Canola yang cantik. Festival ini adalah event yang paling terkenal dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jeju dengan signifikan. Selain melihat dari dekat festival yang digelar, para pengunjung juga terlibat dalam acara untuk menularkan semangat dan kegembiraan di musim semi pulau Jeju. Ada beberapa tempat wisata lainnya yang juga dipenuhi dengan Canola yang merekah seperti di Jusangjeollo dan Pasific Land yang memesona. Berbagai aktivitas yang dilakukan para wisatawan dalam festival ini adalah jalan-jalan di sudut-sudut yang dipenuhi Canola bermekaran, hiking dan bersepeda. Beberapa penghobi fotografi tak mensia-siakan acara ini untuk mengabadikan sebanyak mungkin momen indah yang bisa ditangkap. Pemandangan Jeju yang serba kuning, aktivitas para wisatawan, gelak ria penduduk setempat adalah objek foto yang sayang untuk dilewatkan. Oya, jangan lupa untuk memesan tiket jauh-jauh hari karena saat festival berlangsung tiket pesawat menuju Jeju bisa dipastikan sudah habis hanya beberapa sebelum hari H. Anda sebaiknya mempersiapkan perjalanan wisata ini dengan seksama jika tak ingin ketinggalan pemandangan indah musim semi di Jeju.

  1. Hampyeong Butterfly  Festival

Selama festival, seluruh kota Hampyeong, Provinsi Jeollanam-do, menjelma menjadi kota yang dipenuhi dengan kupu-kupu. Tidak itu saja, berbagai sudut kota ini pun dipercantik dengan semua ornamen yang bertema kupu-kupu termasuk lampu dan dekorasinya. Singkat kata, kupu-kupu menjadi suguhan utama kota ini selama festival berlangsung. Selain memamerkan kupu-kupu, festival ini juga menampilkan bermacam-macam serangga dan tanaman air. Tidak itu saja, berbagai hewan dan tumbuhan juga menjadi sarana belajar yang baik bagi semua pengunjung khususnya anak-anak yang ikut mengunjungi festival ini. Hampyeong Butterfly Festival yang rutin setiap tahun dihelat ini biasanya dipusatkan di Hampyeong Expo Park Area.

Cek jadwal mekarnya bunga

Kadangkala, bunga-bunga musim semi berkembang tidak sesuai perkiraan kita. Bisa maju dan bisa mundur tanggalnya. Bukan labil sih, tapi memang demikian adanya. Jadi wajib sering-sering cek website yang terkait dengan pariwasata Korea, karena mereka akan memberikan update terbaru tentang jadwal berkembangnya bunga-bunga nan indah itu. Untuk tahun ini, cherry blossom bisa kita nikmati lebih awal. Sebagai contoh, di link berikut ada perkiraan mekarnya bunga-bunga di Seoul’s Palaces and Royal Tombs.

Mengunjungi aneka festival musim semi

Setiap wilayah di Korea punya wisata andalannya sendiri-sendiri. Begitupula festival musim seminya. Jadi jangan khawatir bakal bosan disana. Festival musim semi ini mencakup beberapa kegiatan sekaligus seperti aneka perlombaan, aneka macam pertunjukan dari tradisional hingga modern dan juga festival kuliner khas Korea. Korea Tourism Organization sudah merangkum aneka festival yang bisa dikunjungi selama bulan Maret hingga bulan Mei melalui link Spring Festival 2014 atau Festivals/Major Events – April & May. Anda tinggal memastikan tanggal kedatangan anda dan festival apa yang berlansung disana. Mudah bukan?

Hiking atau jalan kaki

Kadangkala lokasi-lokasi cherry blossom festival letaknya ada di lokasi pegunungan atau perbukitan. Jadi pengunjung diharuskan untuk mendaki. Biarpun capek tapi pasti terbayar kok dengan keindahan alam yang akan kita dapatkan. Lelahnya langsung hilang seketika saat melihat pemandangan yang tiada duanya. Untuk di Seoul, anda bisa mengikuti Million People Walking Festival of Namsan.  Tujuan diadakannya acara ini adalah supaya bisa menikmati musim semi bersama-sama. Saya pernah jalan kaki dari kaki gunung namsan hingga ke puncaknya. Memang pemandangannya indah. Jalur jalan kakinya juga menggunakan elastic blocks jadi kita bisa jalan kaki dengan nyaman.

Spring picnic

Kalau traveling rame-rame dengan teman, tidak ada salahnya untuk act like local alias mengikuti cara mereka menikmati musim semi. Salah satunya adalah piknik dibawah pohon cherry blossom. Tinggal bawa alas duduk dan perbekalan untuk mengisi perut yang bisa dimakan rame-rame. Kalau mau minum soju juga boleh bagi yang memang dibolehkan. Menikmati pemandangan sekitar dan udara yang segar, ditemani dengan sahabat. Maka nikmat mana yang akan kau dustakan? Hehehe…

Tips: kalau sudah ada spot yang diinginkan, jangan sampai telat datangnya, karena ada banyak orang yang juga ingin piknik seperti anda. Jadi, datang lebih awal yah.

Bersepeda

Capek jalan kaki? Naik sepeda saja. Santai dan juga sehat. Saat ini ada banyak tur lokal yang menawarkan paket menikmati musim semi dengan naik sepeda. Sensasi yang didapatkan juga berbeda. Saya pribadi suka sekali bersepeda, apalagi kalau view sepanjang jalan dipenuhi pohon-pohon berbunga pink pucat itu. ^^

Hunting foto

Nah ini hobi saya banget. Kamera yang digunakan juga beraneka ragam. Pakai DSLR, pocket atau kamera dari hp juga tak ada yang melarang. Semua akan tampak indah. Saran saya sih jangan nanggung bawa kameranya. Sekalian bawa tripod dan aneka macam lensa. Orang Korea sendiri penggila fotografi, jadi jangan heran kalau ada banyak ibu-ibu dengan kamera yang keren dan lensa yang luar biasa mahalnya itu dengan sabar mengatur tripod dan fokusnya supaya mendapatkan hasil foto yang maksimal. Jangan lupa juga bawa baterai dan memori cadangan. Jangan sampai nyesel yaa…

Take selfie

Kalau dulu, selfie itu hanya dalam keadaan terdeseak alias tidak ada yang mau motoin kita. Sekarang, dimana-mana demam selfie, entah itu pake tongsis atau alat lainnya. Selfie dengan latar bunga-bunga musim semi apalagi cherry blossom pastinya akan menambah kekerenan kita. Bikin iri yang lihat itu pasti. Jadi jangan malu-malu selfie di Korea, lihat saja kanan dan kirimu, mereka selfie juga kok. Jangan lupa dandan, siapkan pose andalan, lihat kamera dan katakan “kimchiiiii!!!”

Mengunjungi Theme Park

Everland adalah satu lokasi wisata musim semi yang saya rekomendasikan. Kenapa? Karena disini kamu bisa melihat bunga tulip dengan aneka warna bermekaran dengan indahnya. Tak perlu lagi jauh-jauh ke Belanda untuk melihat bunga tulip ini. Selain itu ada danau Seokchon dekat dengan Lotte World, tempat diselenggarakannya festivalcherry blossom. Lokasi lainnya adalah Seoul land. Cocok deh kalau berkunjung ke Korea dan menikmati musim semi bersama keluarga. Selengkapnya bisa mengunjungi lamanAmusement Park Spring Flower Festivals.

Berwisata dengan kereta

Nah ini yang paling saya inginkan kalau berkunjung ke Korea di musim semi. Naik kereta dari Gyeonghwa Station. Jalur cherry blossom di Gyeonghwa ini sepanjang 800 meter menuju Sehwa Girl’s High School dan merupakan hot spot untuk fotografi di musim semi. Area ini juga menjadi tempat syuting film dan drama Korea.

MUSIM PANAS

JEPANG

beberapa festival musim panas tahunan yang selalu digelar di Jepang.

Samba matsuri
Secara artian, matsuri dapat diartikan sebagai festival atau perayaan. Sedangkan Samba sendiri merupakan festival dan juga tarian khas dari Brazil.

Diadakannya Samba matsuri tersebut karena banyaknya orang Brazil yang menetap di Jepang baik secara permanen atau yang hanya temporer. Karena banyaknya orang Brazil di sana, serta dikaitkan dengan historis pada saat Perang Dunia, maka pemerintah Jepang mempersilakan dihelatnya Samba matsuri di negara mereka.

Samba matsuri adalah sebuah perayaan berupa tarian yang mempertontonkan keindahan warna-warna gaun yang dikenakan sang penari dan juga kemolekan tubuh sang penari itu sendiri.

Memang ada yang akan menyebutnya dengan tarian yang seronok karena mayoritas penarinya hanya menggunakan busana yang sangat minim dan hanya menutupi daerah vitalnya saja.

Walaupun begitu, Samba matsuri selalu dipadati oleh banyak orang yang ingin menonton serta mengabadikannya. Samba matsuri yang paling terkenal adalah Asakusa Samba Carnival yang dihelat di Asakusa.

Hanabi
Apabila diartikan dalam bahasa Indonesia, hanabi memiliki arti kembang api. Setiap kali akan datangnya musim panas di Jepang, akan banyak digelar suatu pertunjukan kembang api yang menakjubkan di berbagai tempat.

Kembang api yang akan diluncurkan tersebut ada yang berupa sumbangan dari warga setempat, ada pula yang sumbangan dari berbagai pabrik. Kabarnya, semakin bagus dan besar kembang api yang disumbangkan oleh suatu perusahaan, maka hal itu menunjukkan tingkat kemakmuran perusahaan yang bersangkutan.

Hachiman Matsuri
Hachiman Matsuri adalah perayaan yang pada umumnya diadakan pada minggu ketiga di bulan Agustus. Pada perayaan ini, akan diusung sebuah rumah-rumahan mirip seperti kuil oleh banyak orang, baik tua, muda, wanita, pria bahkan anak-anak.

Secara silih berganti, orang-orang akan berebut untuk ikut memikul benda yang disebut Mikoshi tersebut. Bersamaan dengan perayaan itu, akan ada juga pemukulan bedug berukuran besar (taiko) serta peniupan seruling oleh banyak orang dan dilakukan dengan cara berkeliling di jalan raya.

  1. Yukata

Jalan-jalan di jalanan Jepang pada musim panas, kita akan menemui banyak gadis-gadis muda lalu lalang dengan mengenakan Yukata. Pakaian tradisional ini memang banyak dipakai pada musim panas, sehingga harganya pun menjadi sangat tinggi jika kita membelinya ketika mendekati musim panas. Yang menarik adalah, walaupun Jepang adalah negara maju, anak mudanya tidak malu memakai pakaian tradisional untuk berjalan-jalan.

  1. Bir Dingin

Orang Jepang mengatasi rasa panas mereka dengan minum bir dingin. Tak heran menjelang musim panas, perusahaan bir gencar melakukan promosi dan iklan bahkan juga menawarkan produk-produk bir baru misalnya bir rasa mint

  1. Semangka

Semangka adalah buah camilan favorit orang Jepang saat musim panas. Tak seperti di Indonesia, harga semangka di Jepang sangat mahal. 1 buah semangka paling murah seharga Rp.100 ribu :O

  1. Pantai

Musim panas orang Jepang akan berbondong-bondong pergi ke pantai. Berenang, berselancar, dan berpesta di pinggir pantai. Lengkap dengan barbequ dan bir!

  1. Hanetsuki (Bulu Tangkis Tradisonal)

Permainan tradisional yang menyerupai bulu tangkis ini dimainkan khusus di musim panas. J Cul pernah membahasnya secara lengkap di artikel:Badminton Tradisonal Jepang, Hanetsuki.

  1. Festival dan Kembang Api

Jika kita sedang di Jepang saat musim panas, maka kita bisa datang ke acara Natsu Matsuri atau Summer festival. Di sana kita bisa menemukan orang-orang menari Bon Odori, permainan menangkap ikan mas, dan tentu saja, kembang api!

  1. Liburan ke Luar Negeri

Orang Jepang yang tidak tahan menghadapi suhu panas Jepang yang ekstrem, akan memilih berlibur ke luar negeri. Ke mana destinasi liburan Favorit mereka? Indonesia! Yap sebagian besar dari mereka akan berlibur ke Bali. Maka tak heran pada bulan Juli-Agustus, jumlah wisatawan Jepang yang datang ke Bali akan meningkat drastis

  1. Uchiwa (Kipas Bulat) dan Saputangan

2 benda ini wajib dibawa orang Jepang ketika musim panas. Biasanya saputangan berbahan tebal dan diletakkan di pundak. Sedangkan kipas, diletakkan di punggung, diselipkan pada obi (sabuk untuk yukata).

  1. Kakigori (Es Serut)

Kuliner satu ini menjadi incaran orang Jepang terutama anak-anak. Es serut dengan warna yang cerah, siapa yang tidak suka?

  1. Somen (Mie Dengan Es Batu)

Orang Jepang penggemar berat mie. Tapi karena mie biasanya makanan yang disajikan hangat dan musim panas tidak cocok dengan itu, mereka berinovasi menciptakan mie yang disajikan bersama dengan es batu. Mie yang diberi nama Somen ini pernah J Cul bahas dengan lengkap di artikel:Kelezatan Mie Jepang yang Dimakan Dengan Es. 

Mengenal Tradisi Musim Panas di Jepang

Musim panas di Jepang berlangsung dari bulan Juni hingga Agustus. Di mana-mana masyarakat mengadakan matsuri (festival) musim panas. Festival musim panas disebut Tanabata.

Setiap wilayah di Jepang merayakan Tanabata dengan ciri khas masing-masing. Tetapi pada dasarnya adalah untuk merayakan pertemuan Putri Shokujo/Orihime (personifikasi bintang Vega) dengan Pangeran Kengyu/Hikoboshi (personifikasi bintang Altair) pada malam tanggal 7 Juli. Sedangkan festival Tanabata yang diadakan di daerah pertanian lebih dimaksudkan untuk pensucian diri dalam rangka untuk persiapan menjelang festival Obon.

Menjelang festival Tanabata, tiap orang menyiapkan hiasan tanzaku yang digantungkan pada dahan pohon bambu. Tanzaku adalah guntingan kertas 5 warna (merah, biru, kuning, putih dan kuning muda) yang berisi tulisan puisi pendek. Namun biasanya orang menuliskan permohonan atau cita-cita dengan harapan dapat dikabulkan oleh dewa yang akan turun dari langit. Dulu, kaum wanita khususnya remaja puteri berdoa agar mereka diberi ketrampilan seni kerajinan tangan seperti Puteri Orihime. Selain tanzaku ada pula untaian pita-pita untuk melambangkan benang tenun Puteri Orihime, yang digantungkan pada bola kertas. FestivalTanabata yang terbesar di Jepang adalah Sendai Tanabata pada tanggal 6 Agustus.

Liburan musim panas termasuk liburan panjang. Sekolah-sekolah libur mulai tanggal 22 Juli hingga 31 Agustus. Selama liburan musim panas, sekolah mengadakan acara berenang di kolam sekolah selama 2 minggu bagi tiap kelas yang dilakukan secara bergilir. Pada liburan musim panas, kolam renang umum dibanjiri pengunjung. Demikian pula area perkemahan, pantai dan pegunungan. Termasuk gunung Fuji/Fuji-San/Fujiyama yang selalu dipenuhi para pendaki setiap musim panas tiba. Kebetulan saya juga pernah sampai ke puncaknya. Sampai 2 kali malah..

Puncak liburan musim panas adalah sekitar minggu kedua bulan Agustus dimana kantor-kantor memberikan cuti Obon bagi tiap pegawai. Ada yang hanya 4 hari, tapi ada juga yang sampai 2 minggu.

Obon berasal dari bahasa India kuno yaitu Uranbana yang berarti penderitaan yang tak tertahankan dari seseorang di alam baka akibat digantung terbalik. Menurut kepercayaan agama Buddha, bila kita membayangkan nenek moyang atau keluarga/kerabat kita yang sudah meninggal menderita seperti itu, maka kita wajib untuk berdoa agar mereka diberi keringanan atas penderitaannya.

Saat  Obon, berbagai acara diadakan seperti Bon-odori (tarian Obon), Hanabi-taikai (pesta kembang api) dll.

Secara resmi, Obon diperingati pada tanggal 13 hingga 16 Agustus. Seperti di Indonesia, orang-orang pulang kampung untuk menengok orang tua, keluarga atau kerabat sehingga terjadi “Obon-rush”, dimana jalan-jalan macet, kereta listrik, bus, pesawat penuh penumpang. Tapi akhir-akhir ini orang Jepang mulai suka merayakan Obon dengan pergi berlibur ke luar negeri.

Menurut sejarah, Obon mulai dirayakan pada tahun 606 di kalangan keluarga Kaisar Tenno. Namun mulai jaman Heian-Kamakura-Edo, Obon dirayakan secara meluas di kalangan masyarakat umum. Saat itu orang-orang mengunjungi sanak saudara atau kerabat dengan membawa bingkisan. Mirip dengan yang dilakukan orang Indonesia, khususnya di daerah pedesaan saat Lebaran. Perilaku ini disebut Bonrei yang berarti ucapan terima kasih kepada leluhur atau orang yang dihormati. Saat ini bonrei lebih dikenal dengan o-chuugen (bingkisan pertengahan tahun). Biasanya menjelang Obon orang Jepang mengirim o-chuugen kepada kerabat maupun atasan mereka.

Di Jepang, terdapat banyak jenis festival musim panas yang terkait dengan budaya dan adat tradisional, jumlahnya tidak terhitung. Di postingan kali ini, kami akan memperkenalkan beberapa festival besar dan terkenal untuk pariwisata Jepang.

Tiga festival musim panas terbesar di Tohoku

    Festival musim panas diselenggarakan di berbagai daerah di perfektur Aomori pada awal bulan Agustus. Festival ini pertama kali diselenggarakan pada abad ke 18.

Dua festival yang terkenal adalah Aomori Nebuta dan Hirosaki Neputa yang juga tercatat sebagai “Important Intangible Cultural Heritage” pada tahun 1980.

Nebuta adalah 3 dimensi sedangkan Neputa berbentuk kipas dimana bagian depan disebut dengan Kagami-E dan bagian belakang disebut Miokuri-E yang dihias dengan lukisan.

    Festival Akita Kantou diselenggarakan di kota Akita, Perfektur Akita pada tanggal 3-6 Agustus. Festival ini memiliki sejarah lebih dari 250 tahun yang lalu.

Bentuk dari Kantou menyerupai batang padi dimana lentera-lentera dirangkai seperti jerami dengan serangkaian padi. Orang-orang membawa Kantou di dahi, di pundak atau pinggang sambil berdoa untuk panen yang melimpah. Jenis Kantou Owaka adalah yang terbesar dengan 46 lentera dan beratnya kira-kira 50kg.

    Festival Tanabata di Sendai

Festival budaya Tanabata di kota Sendai, Perfektur Miyagi adalah festival Tanabata terbesar di Jepang. Festival ini diselenggarakan pada awal bulan Agustus (bulan Juli pada kalender Qamariyah).

Festival ini mulai terkenal pada abad ke 16 yang dipelopori oleh raja feudal Date Masamune. Hiasan yang dipakai saat ini berasal dari gaya Edo. Festival ini diselenggarakan untuk memanggil arwah Dewa Ladang Padi.

Dalam sejarah festival Tanabata, terdapat legenda sebuah cerita cinta antara Ori-hime dan Kengyu, mereka hanya bisa bertemu sekali dalam setahun yaitu pada hari Tanabata.

Tokyo

Hal yang paling menarik di Tokyo adalah menara penyiaran tertinggi di dunia “Tokyo Sky Tree” dan pesta kembang api di sungai Sumida.

Kyoto

Gion Matsuri adalah festival musim panas kuil Yasaka yang merupakan salah satu festival terbesar di Jepang selain Osaka Tenjin Matsuri dan Tokyo Kanda Matsuri. Festival ini memiliki sejarah yang panjang dari 1,100 tahun yang lalu dan pastinya sangat mengagumkan.

Osaka

Tenjin Matsuri telah menyebar luas dari Kuil Tenjin atau TenmanGu ke seluruh Jepang. Festival ini dirayakan untuk Sugawara Michizane yang dinobatkan sebagai Dewa Pengetahuan (God of Studies).

Osaka Tenman-gu adalah kuil ternama dan menyelenggarakan festival ini sekitar tanggal 25 Juli bertepatan dengan hari kematiannya. Festival ini juga memiliki sejarah yang panjang kira-kira lebih dari 1,000 tahun yang lalu.

Shikoku

①   Pulau Shikoku terdiri dari 4 perfektur yaitu Tokushima, Kagawa, Ehime dan Kochi. Terdapat banyak sekali festival musim panas di Pulau Shikoku ini dan hampir semua festival ini memiliki potensi yang bagus untuk pariwisata.

Tokushima Perfektur (dulu disebut Awa) adalah tempat lahirnya tari Awa “Awa Odori” yang termasuk dalam festival BON. Sejarah festival ini ada sejak 400 tahun yang lalu biasanya diselenggarakan pada bulan Agustus, khususnya di kota Tokushima, penyelenggara Awa Odori terbesar kemudian menyebar ke seluruh area di Jepang.

Tim Odori (tim tarian) disebut sebagai Ren. Ada banyak sekali tim Ren, baik penonton maupun penari sama-sama bersemangat dan menyukai festival Awa Odori ini.

②   Yosakoi Matsuri adalah festival musim panas yang diselenggarakan di Perfektur Kochi (dulu disebut Tosa) pada tanggal 9-13 Agustus di kota Kochi..

Kyushu & Okinawa

①    Di Kyushu juga terdapat banyak fesitval musim panas. Berikut kami perkenalkan satu festival yang paling membangkitkan semangat yaitu Kokura Gion Daiko. Festival ini diselenggarakan pada bulan Juli di Kota Kita Kyusyu, Perfektur Fukuoka. Festival ini pertama kali digelar pada tahun 1618 kira-kira 390 tahun yang lalu. Festival besar lainnya di Fukuoka yaitu Hakata Gion Yamagasa dan Tobata Gion Ooyamagasa.

②    Festival untuk menyambut pulangnya roh nenek moyang pada bulan Juli di Okinawa. Anak-anak muda menari dan memukul drum sambil meneriakkan “Ei-Sa-“. Festival semacam ini juga diselenggarakan di negara lain di Asia.

Terdapat banyak sekali festival di Jepang yang belum kami sebutkan, namun kami akan mengupasnya di artikel yang akan datang.

Sepanjang tahun di Jepang dipenuhi dengan festival-festival yang menarik. Kita tentu telah sangat akrab dengan banyaknya hari libur di Indonesia. Di Jepang kita akan menjumpai jumlah hari libur yang kurang lebih sama banyaknya. Sebagian besar hari libur itu adalah untuk memperingati festival yang secara rutin digelar tiap tahun secara turun temurun, yang slah satunya adalah festival musim panas. Sebuah perpaduan yang sangat indah antara masa lampau dengan masa kini, manakala melihat rombongan gadis berkimono melenggang di tengah rimbunan gedung pencakar langit, dan ribuan orang berjas rapi di kawasan kota Tokyo.

  1. Festival musim panas di  jepang
  2. Tanabata

Asal-usul festival ini sangat menarik untuk diceritakan, bermula di Tiongkok dan diperkenalkan kepada masyarakat Jepang pada jaman Nara. Kisahnya bermula pada cerita cinta dua manusia bernama Altair (Hikoboshi) dan Vega (Orihime), bintang tercerah dalam rasi bintang Lyra

Hikoboshi adalah seorang penggembala sapi, sedangkan Orihime adalah seorang putri yang memiliki kepandaian menenun. Mereka menelantarkan pekerjaan mereka karena cinta tersebut, dan hal ini membuat Raja Langit marah sehingga memisahkan mereka berdua menggunakan sungai Amanogawa. Orihime dan Hikoboshi hanya dapat bertemu pada malam ketujuh bulan ketujuh setiap tahunnya, melewati sebuah jembatan ajaib. Jika pada malam tersebut terjadi hujan, sungai yang memisahkan mereka akan meluap dan mereka harus menunggu hingga tahun depan untuk kembali bertemu.

Salah satu tradisi yang paling terkenal adalah menulis tanzaku, permohonan dan impian yang dituliskan di atas selembar kertas atau potongan kayu dan digantungkan pada batangan bambu. Setelahnya, permohonan-permohonan ini akan diapungkan di sungai atau dibakar pada tengah malam, dengan tujuan agar segala sesuatu yang buruk segera berlalu. Harapan mereka dipercaya akan terkabul apabila pada hari itu hujan tidak turun

  1. Hanabi (Kembang api)

Perayaan khas di musim panas, bermula dari zaman Edo (1600-1868). Merupakan pesta kembang api yang diadakan di seluruh wilayah Jepang pada pertengahan bulan Agustus. Selain itu, ada juga permainan-permainan seru seperti menangkap ikan mas koki menggunakan kawat berlapis kertas tipis, dan banyak kedai-kedai yang menjual berbagai macam makanan seperti permen apel, manisan, dan lain-lain. Di sekitar tempat dimana berlangsung pesta kembang api terdapat berbagai kios-kios hiburan yang menyediakan makanan, minuman, permainan anak tersebut. Mereka datang bersama keluarga, sebagian ada yang mengenakan yukata (kimono dari katun, sederhana) sambil membawa kipas kertas pengusir udara panas di musim panas.

  1. O-Bon

Merupakan peristiwa keagamaan Budhis dimana setiap keluarga di Jepang menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut datangnya arwah para leluhur yang tinggal untuk beberapa hari lamanya di rumah mereka. Sejumlah penerangan api yang dipasang di sekitar rumah merupakan sambutan selamat datang. Selama masa O-bon, keluarga meletakkan sesajen buah-buahan dll, di meja sajen. Di beberapa daerah juga, dilakukan tarian massal O-bon dengan iringan sejumlah instrumen musik tradisional seperti tambur taiko, sruling, dll dengan irama yang dinamis. Sebagai penutup perayaan, dilakukan pelarungan lentera-lentera kecil berwarna-warni di sungai terdekat secara beramai-ramai

  1. Tsukimi

Merupakan pesta menikmati indahnya bulan purnama di musim panas sekitar pertengahan bulan Agustus. Di Jendela dimana terlihat bulan purnama, diletakkan sesajen khusus. Hal ini sebenarnya merupakan wujud pemujaan alam oleh masyarakat pertanian untuk memperoleh panen yang berlimpah

  1. Hakata Gion Yamakasa (1-15 Juli) di Hakata (prefektur Fukuoka)

Perayaan ini dimulai sejak zaman Kamakura (1185-1333), dalam rangka mengusir bencana penyakit. Kuil-kuil kecil (Shinto) gotongan (O-mikoshi) diarak beramai-ramai, beriringan dengan kendaraan-kendaraan hias yang disebut Kazari Yamagasa dengan boneka-boneka besar yang menggambarkan tokoh-tokoh legenda atau sejarah

  1. Tenjin Matsuri (24-25 Juli) di Osaka

Merupakan salah satu festival besar dan terkenal di Jepang, dimulai sekitar tahun 1000. Ribuan orang berarakan menggotong kuil-kuil kecil o-mikoshi dari kuil Temmangu ke Jembatan Tenjin, kemudian naik perahu-perahu hias dan selanjutnya dilakukan pesta kembang api

7.Awa Odori  (12-15  Agustus,mulaisenja)
Merupakan bagian dari perayaan O-bon dalam rangka menyambut dan mengantarkan kembali arwah para leluhur. Tarian massal ini konon dimulai lebih dari 400tahun yang lalu, dan dewasa ini diikuti oleh ratusan ribu peserta yang menari berirama dengan iringan alat music tradisional shamisen, tambur, seruling, dan lonceng. Biasanya ada pembimbing tari yang memimpin agar para peserta dapat menari secara sinkron

  1. Akita Kanto Matsuri (3-6 Agustus, mulai jam 7 malam) di kota Akita

Merupakan salah satu dari tiga festival terbesar Jepang utara. Yang menjadi ciri khasnya adalah 46 lentera yang dipasang pada kerangka besar yang dibuat dari batang-batang bambu (kanto) setinggi 12 meter. Para pembawa kanto ini menunjukkan kepiawaian mereka menjaga keseimbangan, meletakkan kanto di telapak tangan, dahi, bahu, atau pinggang. Setiap kanto bermotif khusus, biasanya melambangkan panjang umur dan panen berlimpah

  1. Nebuta Matsuri (1-7 Agustus)

Diadakan di Aomori dan Hirosaki. Iring-iringan kendaraan hias bergambar makhluk raksasa penyebab kantuk di musim panas. Festival ini dimaksudkan untuk mengusir makhluk ini. Kata “nebuta” berasal dari “nemuri” (kantuk). Banyak sekali orang yang ikut menyaksikan festival ini setiap tahunnya.

KOREA

Tak terasa bulan Mei hampir berlalu. Di Korea, akhir Mei adalah waktu berakhirnya musim semi. Rasanya baru kemarin saya menulis ragam Festival musim semi di Korea dan Hal Menarik Lainnya, tau-tau  musim semi sudah mau berakhir.

Meski musim semi sudah berakhir, namun ragam festival di Korea belum berakhir. Ya, festival di Korea memang nggak ada matinya, digelar sepanjang tahun, di semua musim. Luar biasa, yak.

  1. Gangneung Danoje Festival

Ini adalah festival budaya Korea terkenal di musim panas. Festival ini telah ditetapkan sebagai Intangible Cultural Asset oleh UNESCO, lho. Coba lihat infonya di website UNESCO ini.  Festival ini meliputi ritual sepertiDaegwallyeong Guksa Seonghwangje (penghargaan untuk Monk Beomil,diyakini melindungi Gangneung) dan Yeongsinje (ritual dewa ucapan).Berbagai atraksi yang akan digelar antara lain; pertunjukan rakyat, Ssireumgulat, menunggang ayunan, kompetisi mencuci rambut dan kompetisi perang. Selama festival, pengunjung juga dapat ikut serta dalam permainan tradisional,  makan masakan tradisional, dan menonton pertunjukantradisional dengan penari bertopeng.  Festival ini berlangsung di kota pantaibernama Gangneung, oleh sebab itu namanya Gangneung Danoje Festival. Selain bisa belajar tentang beberapa kebudayaan tradisional Korea, pengunjung juga bisa menikmati keindahanan pantai di Gangneung.  Menarik, di tengah gempuran modernisasi, Korea tetap mempertahankan kebudayaan mereka. Sesuatu yang patut kita tiru, nih.

Festival ini akan berlangsung pada 31 Mei -7 Juni 2014.

  1. Haeundae Sand Festival

Menurut saya, festival ini seru bangeeeet.  Inilah festival di mana orang bisa berkreasi sepuasnya dengan pasir pantai. Kalian pernah bikin istana-istanaan di pantai? Saya nggak pernah. Nggak punya bakat membuat sesuatu dari pasir, hahaa. Nah, di Haeundae Sand Festival ini, bukan hanya istana pasir aja dibikin, semua bentuk karya seni boleh dipamerkan, yang kesemuanya dibuat dari pasir pantai. Haeundae adalah salah satu pantai terbesar dan terkenal di Korea. Letaknya di Provinsi Busan. Ada banyak kegiatan di pantai ini selama Haeundae Sand Festival berlangsung; mandipasir panas, lomba voli pantai, pesta kembang api, membuat patung pasir,konser dan tentu saja berenang di laut.

Festival ini akan berlangsung dari 6-9 Juni 2014.

  1. Gwangju Toechon Tomato Festival

Ini juga festival yang unik di Korea. Festival tomat, namanya Gwangju Toechom Tomato Festival. Festival berlangsung di Toechon, Provinsi Gwangju. Wilayah Taechon sudah dikenal  sebagai daerah penghasil tomat terbesar di Korea Selatan. Ini bukan festival yang hanya memamerkan tomat-tomat sebagaimana yang sering dilihat di festival-festival bunga, misalnya.  Di festival ini, pengunjung bebas memetik tomat yang siap dipanen (boleh petik sampai sepuasnya), membuat saus tomat, dan mandi tomat. What? Mandi tomat? Benar-benar tak terbayangkan oleh saya sebelumnya ada festival unik kayak gini. Tapi lihat saja bagaimana serunya mandi tomat dari foto di bawah ini.

Festival ini akan berlangsung pada 20-22 Juni 2014

  1. Ulsan Whale Festival

Ulsan adalah salah satu kota metropolitan terpadat di Korea Selatan. Letaknya agak jauh dari Seoul tapi agak dekat dengan Busan, yaitu di bagian tenggara Korea Selatan. By the way, kalau ngomongin soal kota Ulsan, orang pasti langsung teringat dengan Hyundai, produk automobil buatan Korea. Di sinilah perusahaan raksasa otomotif ini beroperasi. Mungkin karena adanya perusahaan Hyundai di sini, makanya Ulsan tumbuh dengan cepat menjadi kota industri dan metropolitan. Selain sebagai kota industri, Ulsan juga dikenal sebagai kota ikan Paus. Ya, posisi Ulsan memang berada dekat pantai. Ada beragam jenis paus di sini dan mereka melestarikan ikan mamalia tersebut. Bahkan mereka sampai membangun museum khusus untuk Paus lho, juga ada Whale & Ocean Experience Center. Kerenbangeeeet! Jadi Whale Museum dan Whale & Ocean Experience Center inilah yang bekerjasama mengadakan festival setiap tahunnya. Festival ini meliputi parade kapal pesiar di mana pengunjung boleh ikut serta dalam kapal pesiar ini untuk menonton  berbagai atraksi paus.

Festival akan berlangsung 3-6 Juli 2014.

  1. Buyeo Seodong Lotus Festival

Meski musim semi telah berlalu, bukan berarti bunga-bunga tak indah lagi. Masih ada bunga teratai. Di Korea, Teratai akan bermekaran dengan semarak saat musim panas, tepat pertengahan Juli nanti.  Saat itulah diadakan festival khusu bunga teratai; Buyeo Seodong Lotus Festival. Sebagaimana festival lainnya yang memakai nama tempat sebagai nama festival, begitu dengan Buyeo Seodong Festival yang berlangsung di wilayah Buyeo, Provinsi Chungcheong.

Festival ini akan berlangsung pada 17-20 Juli 2014.

  1. Boryeong Mud Festival 

Boryeong Mud Festival adalah salah satu festival yang paling dikenal oleh orang asing di Korea maupun di luar Korea. Ya, jika melihat gambar-gambarnya,  festival ini lebih dominan diikuti oleh orang asing yang sedang di Korea atau sengaja datang ke Korea (?).  Festival ini biasanya dilaksanakan di pantai. Sebenarnya saya agak sungkanmemasukkan festival ini dalam daftar tulisan ini, tapi akhirnya saya masukkan saja karena festivalnya termasuk unik meskipun agak ekstrim, hahaa… Bayangkan saja, seluruh tubuh peserta akan bermandikan lumpur, laki-laki perempuan sama saja. Karena tempatnya di pantai, tentu saja pakaian mereka adalah pakaian a la pantai (you know what I mean).  Kegiatan festival ini meliputi; berendam dalam lumpur (seluruh tubuh tanpa kecuali), gulat dalam lumpur, dan berenang-renang sebagaimana berenang di kolam.  Oh Gosh! Tak terbayangkan oleh saya. Kalo ada di Indonesia, kayaknya saya ogah ikutan, hahaa…

Festival ini akan berlangsung pada 18-27 Juli 2014.

  1. Gangjin Celadon Festival

Gangjin adalah nama sebuah distrik di Provinsi Jeolla, Korea Selatan, tempat diadakannya festival ini. Wilayah ini dikenal sebagai pusat penghasil tembikar biru kehijauan. Konon, usaha tembikar di daerah ini sudah ada sejak jaman Dinasti Goryeo, lho.

Gangjin merupakan kawasan produksi keramik hijau sejak zaman Dinasti Goryeo (935-1397). Terdapat sekitar 400 buah tungku keramik hijau di Gangjin. Di antaranya 188 tungku dianggap sebagai situs bersejarah yang dilindungi oleh pemerintah. Tungku-tungku ini didirikan pada abad ke-9 sampai abad ke-14. Untuk memperkenalkan keramik hijau Goryeo kepada masyarakat, pemerintah daerah kabupaten Gangjin mengadakan Festival Keramik Hijau Gangjin setiap tahun (id.wikipedia.org)

Kegiatan festival ini antara lain; pameran tembikar biru, tembikar raksasa, dan peserta boleh berpartisipasi dalam pembuatan tembikar.

Sekali lagi salut untuk pemerintah Korea yang begitu peduli dengan kebudayaan dan aset peninggalan masa lampau. Patut kita tiru, nih

  1. Korean Folk Village Joseon Cultural Festival

Ini adalah festival yang isi kegiatannya semua tentang sejarah Dinasti Joseon. FYI, Dinasti Joseon adalah dinasti terbesar dan terlama di Korea, bahkan di Asia Timur. Semua hal yang berhubungan dengan Dinasti Joseon, khususnya tempat-tempat  tradisional pada jaman Joseon, akan dipertontonkan. Mulai dari panggung drama, tari-tarian, baju khas dinasti Joseon, tata cara bercocok tanam, kehidupan di masyarakat, dan banyak lainnya. Kalo ngomongin tentang Joseon, nggak akan cukup satu postingan. Bisa berlembar-lembar, qeqeqe… Ya, sebagai dinasti terakhir, kebudayaan Joseon-lah yang paling banyak tampak saat ini. Hal ini bisa dilihat dari peninggalan istana-istana kerajaan, pakaian Joseon yang kemudian menjadi pakaian tradisional Korea saat ini, maupun perkampungan sisa peninggalan masyarakat Joseon. Semua masih tampak nyata, tanpa ada perusakan, berdiri dengan kokoh di tengah arus modernisasi.  Bahkan salah satu perkampungan bernama Gyeongju Yangdong (Provinsi Gyeongsakbung) sudah ditetapkkan sebagai situs peninggalan bersejarah oleh UNESCO. Keren, yak.

Festival ini akan berlangsung selama Mei hingga Juni nanti.

  1. Chuncheon International Mime Festival

Chuncheon International Mime Festival menyajikan beragam pertunjukan oleh ratusan  tim pertunjukan kesenian dari Korea dan luar negeri, khususnya pertujukan pantomim. Ya, ini adalah festival pantomim di Korea Selatan. Festival ini tidak hanya menampilkan pertunjukan pantomim saja, termasuk juga pertunjukan musik, tari, seni instalasi, dan film pendek.

Festival akan berlangsung pada 25 Mei-1 Juni 2014 di Chuncheon, Provinsi Gangwon.

  1. Muju Firefly Festival

Saya baru dengar Festival Kunang-Kunang. Gimana coba nangkap kunang-kunangya atau memancing agar kunang-kunang datang ke tempat berlangsungnya festival ini? Ataukah kunang-kunang hanya sebagai simbol saja?

By the way,.festival kunang-kunang ini berlangsung di Muju, Provinsi Eollabuk. Di Muju, kunang-kunang dianggap istimewa karena serangga bercahaya ini adalah indikator terhadap bersih atau tidaknya lingkungan.  Kunang-kunang adalah hewan yang hanya hidup di lingkungan yang masih bersih dan belum tercemar berbagai polusi.  Muju Firefly Festival termasuk dalam daftar festival yang tak boleh dilewatkan saat kunjungan musim panas di Korea Selatan.Festival ini berlangsung sangat semarak setiap tahunnya. Di festival ini pengunjung bisa melihat kecantikan cahaya dari kunang-kunang. Festival ini menjadi semakin meriah dengan banyaknya lampion-lampion yang dipasang serta kembang api di berbagai kawasan Muju. Tentu saja, festival diadakan di malam hari.

Muju Firefly Festival berlangsung mulai tanggal 7 – 15 Juni 2014.

  1. Jeonju Daesaseup Festival

Festival terakhir yang akan saya review adalah Jeonju Daesaseup Festival. Terakhir dalam postingan saya maksudnya, bukan jumlah terakhir dalam daftar festival musim panas yang berlangsung di Korea sana, karena di musim panas ini ada banyaaaak sekali festival, nggak kalah kayak festival-festival musim semi.

Daeaseup adalah jenis musik Pansori yang pertama kali muncul pada pemerintahan Raja Joseon bernama Yengjo. Raja ini ada sedikit dikisahkan dalam drama Dong Yi. Dari waktu ke waktu, festival ini terus berkembang dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni yang luar biasa. Tidak hanya dari Korea Selatan saja, juga dari negara-negara lain.

Kategori festival termasuk pertunjukan ahli musickPansori, Pansori biasa,tari-tarian , petunjukan peragaan alat musik, pembacaan puisi , lagu-lagu rakyat , musik Gayageum , dan panahan.

Festival ini akan berlangsung 6-9 Juni 2014, bersamaan dengan Haeundae Sand Festival tapi di tempat yang berbeda.

 MUSIM DINGIN

JEPANG

Winter(冬:[huyu]) adalah musim keempat di Jepang. Musim dingin ini dimulai pada bulan  Desember sampai Februari. Jepang bagian utara seperti Hokaiddo akan terjadi salju, begitu juga daerah-daerah pegunungan disekitarnya. Sedangkan di jepang bagian selatan akan merasakan cuaca yang nyaman dan hangat. Sedangan dibagian tengah, termasuk Tokyo cuacanya juga nyaman dengan hawa dingin dengan sinar matahari yang menghangatkan, namun di Jepang bagian tengah terkadang juga terjadi salju.

Di jepang bagian utara, terutama di Sapporo, kita bisa menikmati salju yang melimpah. Selain itu disana juga ada berbagai macam kegiatan yang bisa kita lakukan, misalnya saja skating (itu lho yang meluncur dari gunung). Tapi, ada yang lebih penting lagi kalau berbicara mengenai musim dingin di daerah Sapporo, yaitu festival Sapporo, yang merupakan salah satu festival musim dingin terbesar di Jepang. Setiap musim dingin, sekita 2 juta orang datang ke Sapporo untuk melihat salju yang sangat indah dan pahatan es yang berjejeran sepanjang Odori Park.Selama 7 hari pada bulan Februari, Sapporo berubah menjadi taman impian musim dingin dengan saljunya.

Di Jepang Musim dingin merupakan salah satu musim yang ada Libur panjangnya atau disebut Fuyu Yasumi,kalau misalnya di libur musim semi atau Golden week bisa melihat keindahan bunga sakura di musim dingin juga  ada beberapa kegiatan yang sering dilakukan oleh orang jepang atau Jisshusei (sebutan orang yang bekerja di jepang) untuk mengisi liburan.

Liburan musim dingin sendiri ada 5 sampai 7 hari lamanya biasanya menjelang akhir dan awal tahun .buat para Jisshusei mengisi liburan yang berkesan tapi tidak mengeluarkan kocek banyak adalah pilihan tepat.dan berikut 7 aktifitas di musim dingin versi saya tentunya.

1.Merayakan awal tahun baru (大晦日 Ōmisoka)

Di Indonesia perayaan tahun baru biasanya dengan pesta kembang api atau mengadakan konser di pantai atau di alun alun kota tapi beda halnya dengan di jepang ada beberapa kegiatan rutin sengaja di adakan untuk menyambut awal tahun dengan beberapa kegiatan kebudayaan yang unik.

     1.Festival Okera-Mairi,Kyoto

Festival Okera-Mairi dilaksanakan pada tanggal 31 Desember malam, menjelang Tahun Baru. Festival ini dilaksanakan di Kuil Yasaka-jinja, yang sengaja ditunjuk sebagai situs kekayaan budaya Kyoto.

Festival Okera mengacu pada pengobatan tanaman herbal ala Jepang (Atractylis ovata). Tanaman ini diyakini bisa membuang energi-energi jahat tahun sebelumnya, dan juga untuk memberkati kita agar berumur panjang.

Di Kuil Yasaka-jinja, pengunjung akan menyaksikan api pembakaran akar tanaman herbal dan lentera di 2 tempat berbeda di sekitar kuil. Ada kebiasaan unik rakyat Jepang, kebanyakan dari mereka akan mengambil bara api sisa bakaran untuk dibawa ke rumah.

Mereka meyakini kalau bara api tersebut digunakan untuk memasak sayur, ayam, dan mochi, atau untuk menyalakan lilin di teras rumah, maka hidup mereka akan damai setahun ke depan.

Tidak sampai di situ, rakyat Jepang akan membakar tali dari bambu dan diputar secara terus menerus di rumah masing-masing. Api merah yang membakar ujung tali akan menjadi tontonan menarik malam Tahun Baru di Kyoto.

     2. Festival Oga Namahage,Akita Ken

Sama seperti Festival Okera-Mairi, Festival Oga Namahage juga dilaksanakan pada tanggal 31 Desember. Festival ini merupakan festival yang sudah dilaksanakan turun menurun di Kota Oga. Diberi nama Namahage karena tokoh utama dari festival ini adalah Namahage, dewa yang meyerupai setan.

Pada malam Tahun Baru, sekelompok anak muda akan menyamar sebagai Dewa Namahage. Mereka akan menggunakan topeng besar, jas hujan, jerami, dan ikat pinggang, sambil memegang kayu dan ember. Topeng merah untuk dewa laki-laki, dan topeng biru untuk dewa perempuan

Para dewa akan berkeliling mengunjungi rumah-rumah pada malam hari dan menari sambil berteriak-teriak “Apakah ada anak yang menangis?”, “Apakah ada anak yang tidak patuh kepada orang tua?”, atau “Apakah ada anak menantu yang malas?”

Para Dewa Namahage akan disambut kepala keluarga menggunakan busana formal Jepang. Kemudian mereka akan disuguhi dengan sake dan mochi. Setelah puas dengan jamuan, para Dewa Namahage akan meninggalkan rumah, dan menjanjikan kehidupan yang selalu diberkahi di Tahun Baru.

     3.Countdown Japan

Countdown Japan merupakan festival rock musim dingin di Jepang. Festival ini merupakan acara yang sengaja dibuat untuk merayakan pergantian tahun.

Sejumlah artis terkenal Jepang akan berkumpul di festival ini dan sama-sama menghitung mundur saat pergantian tahun. Countdown Jepang dilaksanakan mulai tanggal 29 Desember hingga 31 Desember, di 2 kota terbesar Jepang, yaitu di Chiba dan Osaka.

Selain hiburan musik, berbagai stand menarik juga dibuat, seperti stand DJ, stand makan dan minum, tempat belanja, dan galeri mengenai perkembangan Countdown Jepang dari tahun ke tahun.

    4.Pesta kembang api,minato mirai Yokohama

Minatomirai secara harfiah merupakan gabungan dari dua kata, yaitu minato dan mirai yang berarti pelabuhan masa depan. Merupakan bagian dari kota Yokohama, prefektur Kanagawa dimana banyak terdapat gedung-gedung perkantoran, apartemen, pusat perdagangan, hotel-hotel, taman-taman, gedung tempat konvensi, museum seni, serta tempat-tempat konser. Sebagian dari kawasan Minatomirai merupakan tanah reklamasi. Kawasan Minatomirai ini dulunya merupakan galangan kapal yang dioperasikan oleh Mitsubishi Heavy Industries hingga dipindahkan pada tahun 1983. Minatomirai menjadi salah satu tujuan wisata yang populer di Yokohama, dan berlokasi tidak jauh dari Chinatown Yokohama.

Di Minatomirai, terdapat beberapa tempat yang sayang untuk dilewatkan, yaitu Yokohama Landmark Tower yang memiliki lantai observasi yang dikenal sebagai Sky Garden (berada di lantai 69, di ketinggian 273 meter). Dari situ terlihat pemandangan kota Tokyo hingga Gunung Fuji. Selain itu juga ada Cosmo World, yaitu taman bermain yang memiliki kincir atau bianglala (ferris wheel) setinggi 100 meter. Selain itu juga ada area untuk pejalan kaki yang dikenal sebagai Kishamichi Promenade yang merupakan bekas jalan kereta api pelabuhan lama Yokohama. Area ini menghubungkan antara Stasiun Sakuragicho dengan Yokohama World Porters serta Cosmo Clock.

Ada juga museum yang dulunya merupakan kapal layar bertiang empat yang sekarang sudah disandarkan secara permanen. Selain itu, ada Pacifico Yokohama yang merupakan salah satu gedung konser dan pusat konvensi terbesar di dunia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah hadir di sini ketika ada pertemuan tingkat tinggi negara-negara anggota APEC.

 2. Tradisi Bersih bersih Rumah ( 掃除 Souji)

Bagi mereka yang sedang malas keluar rumah, atau tak memilki anggaran memadai untuk berlibur, aktivitas ini jadi pilihannya. Masyarakat Jepang punya budaya membersihkan rumah sebelum memasuki tahun baru, yaitu 大掃除 (oosoji)

Mereka percaya membersihkan rumah berarti membuang hal hal kotor (ketidakberuntungan) di tahun ini. Dengan rumah yang bersih menandakan mereka siap menyambut tahun baru dengan keberuntungan baru pula.

Tradisi oosoji biasanya melibatkan seluruh anggota keluarga. Jadi ajang menyenangkan bagi bertemunya seluruh anggota keluarga. Jika di hari lain mereka sibuk dengan aktifitas masing-masing (bekerja atau bersekolah), maka momen oosoji mengakrabkannya kembali.

Buat para Jisshusei hari libur merupakan waktu yang tepat untuk souji besar terlebih karena kesibukan di hari hari biasa .

3. Menikmati Musim Dingin di Dalam Rumah

Musim dingin di Jepang terjadi tidak dalam waktu yang bersamaan, seperti di daerah Sendai yang berlangsung dari November sampai Maret. Musim dingin di Jepang, khusunya daerah Sendai terjadi lebih awal karena daerah ini termasuk bagian utara. pada saat musim dingin di Jepang, temperatur di luar rumah atau ruangan bisa mencapai di bawah sepuluh derajat. Sementara itu, di dalam rumah atau ruangan bisa mencapai 10-13 derajat celcius.

Ada beberpa persiapan saat menghadapi musim dingin di Jepang, terutama Anda yang belum terbiasa mengalaminya atau berkunjung ke Jepang saat musim dingin. Untuk tetap merasa nyaman dan sehat selama musim dingin di Jepang, diperlukan sejumlah perlengkapan yang harus dipersiapkan. Berikut perlengkapan-perlangkapan yang harus dipersiapkan saat menjalani musim dingin di Jepang :

Perlengkapan pertama saat musim dingin di Jepang adalah heater (penghangat). Alat penghangat ini akan membuat ruangan tetap hangat saat berlangsungnya musim dingin di Jepang. Penghangat yang paling bagus adalah heater listrik tetapi akan membuat tagihan listrik naik. Pilihan lainnya adalah menggunakan heater gas dan minyak tanah.

Perlengkapan kedua saat musim dingin di Jepang adalah humidifier (handuk basah) yang berguna agar ruangan tidak kering ketika menggunakan heater minyak. Namun, handuk basah tidak diperlukan jika ruangan memakai heater listrik dan gas.

Perlengkapan ketiga saat musim dingin di Jepang adalah karpet. Gunakanlah karpet biasa atau karpet listrik. Hal ini bergantung ketahanan seseorang terhadap dinginnya lantai saat musim dingin di Jepang.

Perlengkapan keempat saat musim dingin di Jepang adalah selimut.

Perlengkapan kelima saat musim dingin di Jepang adalah selimut listrik.

Perlengkapan keenam saat musim dingin di Jepang adalah sweater dan pakaian-pakaian hangat.

Perlengkapan ketujuh saat musim dingin di Jepang adalah kaos kaki, kaos tangan, penutup kepala, dan syal.

Persiapan berikutnya saat musim dingin di Jepang adalah melakukan imunisasi influenza. Khusus untuk musim dingin di Jepang, sangat dianjurkan melakukan imunisasi influenza, khususnya bagi anak-anak. Hal ini karena influenza musim dingin di Jepang sangat berbed dengan flu biasa, bahkan dapat menyebaban kematian.

Perlengkapan kesimbilan saat musim dingin di Jepang adalah menyiapkan makanan yang mengandung banyak vitamin. Misalnya, sayur yang berkuah (kimci, sup, miso) dan jeruk yang sangat baik untuk mencegah datangnya flu serta juga menambah daya tahan tubuh.

Persiapan selanjutnya saat musim dingin di Jepang adalah banyak melakukan aktivitas dan jangan bermalas-malasan karena rasa dingin akan semakin bertambah.

Saat keluar rumah saat musim dingin di Jepang, pastikanlah pakaian dan perlengkapannya bisa menahan cuaca dingin.

4.Pergi kepemandian air panas (温泉 Onsen)

Onsen (温泉) adalah istilah bahasa Jepang untuk sumber air panas dan tempat mandi berendam dengan air panas yang keluar dari perut bumi.
Karena kebanyakan asrama atau apato para jisshusei tidak dilengkapi dengan opura (tempat berendam) saat musim dingin salah satu cara untuk menghangatkan dan merenggangkan otot otot adalah dengan berendam di pemandian air panas umum.

Disetiap daerah biasanya ada pemandian air panas untuk umum yang harganya terjangkau sehingga menjadi pilihan di liburan musim dingin.

5 Menghadiri festival Musim dingin ,Hokkaido

dalah bangsa yang terkenal suka mengadakan pesta rakyat/ festival. Tak hanya pada perayaan hari-hari besar keagamaan, setiap pergantian musim pun ada festivalnya. Termasuk ketika musim dingin di Jepang, banyak diadakan festival-festival menarik.

Salah satunya adalah Sapporo Yuki Matsuri, festival musim dingin terbesar di Jepang. Setiap tahunnya festival ini mampu menarik jutaan pengunjung, dari dalam maupun luar negeri. Festival diadakan selama 7 hari pada bulan Februari, berlangsung di Kota Sapporo. Festival ini berisikan pahatan ratusan patung salju dan pahatan es lainnya yang menghiasi Taman Odori, hingga ke lapangan di Satoland, dan jalanan utama di Susukino.
Ada juga festival di Kota Ashikawa, Hokkaido. Walaupun tak sebesar di Sapporo, tapi kegembiraan melihat berbagai pahatan es yang gemerlapan, dijamin tak kalah dengan festival Sapporo Yuki Matsuri. Apalagi, di sini dapat dinikmai juga ramen khas Ashikawa, ramen yang terkenal di seluruh penjuru Jepang. Makanan yang sangat pas untuk menghangatkan tubuh.
Meskipun kebanyakan festival musim dingin di Jepang diadakan pada bulan Februari, tapi itu tak mengganggu semaraknya perayaan. Warga Jepang maupun turis mancanegara tak pernah absen memeriahkannya.

6. Menikmati makanan Oden

Oden (おでん atau 御田) adalah masakan Jepang berupa berbagai bahan yang direbus di dalam kuah (dashi) yang antara lain dibuat dari katsuobushi, kombu, dan kecap asin. Bahan-bahan yang dimasukkan bisa beraneka ragam, dan tidak terbatas pada lobak, konnyaku, telur rebus, dan chikuwa.

Lebih Nikmat jika menimati oden bersama keluarga atau sahabat harga satu buah oden sendiri sekitar \100-\150 tapi menurut saya lebih hemat jika bisa membuat oden sendiri di rumah dan membeli bahan bahannya di supa itu jauh lebih hemat dan akan menjadi jauh lebih banyak juga

 7.bermain ski

Aktivitas bermain ski adalah aktivitas utama yang ditawarkan di berbagai tur musim dingin. Pergi bermain ski di pegunungan salju jadi primadona sebagian besar masyarakat Jepang. Pada 1996 saja, sebanyak 16,1 juta orang Jepang menganggap ski adalah hobi mereka. Tak mengherankan jika resor-resor (penginapan) musim dingin di Jepang, dipenuhi para pemain ski dan snowboard.
Banyak tempat  yang menyediakan lahan untuk bermain ski. Salah satunya adalah Hakuba dan Fujimi di Nagano. Setiap libur musim dingin di Jepang, dipastikan tempat ini selalu dipenuhi warga Jepang dan para wisatawan mancanegara. Dilengkapi dengan peralatan mengasyikkan dengan hamparan salju yang lembut, jadi daya tarik utama tempat ini.
KOREA

Festival Musim Dingin di Korea Selatan

Terkadang agak merasa bersalah sama reader kalau lagi posting kegalauan saya, cucol gaje saya, atau kata-kata random typo bin aneh yang terketik oleh tangan saya… huhuhu…. *lebey

Karena merasa tergalaui oleh hari-hari gilaku *-_-
Hari ini saya mau posting sesuatu yang happy-happy. Kali ini ada hubungannya dengan salah satu musim favorit saya: Musim Dingin (Musim Salju)! Yaay!!
Sudah tahulah kalau letak Indonesia yang ‘terlalu’ strategis membuatnya hanya memiliki dua musim dalam setahun saja?
Oleh karena itu, seperti biasa, saya akan mengambil negara ini lagi untuk postingan festival musim salju yang menarik. Yang pertama…

1. Taebaek Mountain Snow Festival
Setiap dari bulan Oktober sampai bulan Maret, Korea Selatan akan mengalami musim dingin atau musim dimana akan ada turunnya salju (Maaf kalau salah. Cr dari beberapa sumber). Nah, dengan menyambut salah satu musim mengasyikkan ini, di Negara Gingseng Korea Selatan selalu mengadakan Festival musim dingin setiap tahunnya. Salah satu yang paling terkenal adalah, Taebaek Mountain Snow Festival atau Festival musim salju gunung Taebaek.

Seperti namanya, Festival ini bertempat di gunung Taebaek yang pemandangannya makin super duper bagus waktu musim salju. Sayangnya, festival musim dingin ini hanya diadakan mulai dari 27Januari sampai dengan 5 Februari. Walau begitu, banyak banget lho hal seru yang bisa kamu lakuin disini. Mulai dari lomba-lombaan bikin sesuatu dari salju, lombaan Siberian Husky dog sleeding *Apaan yak?._., ice sleeding, kontes climbing nasional, kontes manusia salju dan Okung sled riding, melototin patung-patung es raksasa yang terpajang dan menghiasi area tertentu, mengemudi kereta luncur, dan yang paling seru adalah festival layang-layangnya! Bayangin, nerbangin layang-layang diatas salju?

Tuan rumah untuk sebuah festival salju setiap musim dingin selama 10 hari ini, juga selalu dibuka dengan pertunjukan musik dan kontes memahat salju untuk mahasiswa seni.
Menurut survei yang dilakukan oleh situs portal festival, Taebaek Mountain Snow Festival dipilih sebagai lokasi festival nomor satu di Korea yang ingin dikunjungi. Selain pemandangan eksotis dari puncak Gunung Taebaek yang berselimutkan salju putih nan cantik. Ternyata, pengunjung juga sangat tertarik dengan patung salju menjulang tinggi yang ada di sekitar Taebaek City.

Hebatnya, saking bagusnya, pemandangan dari Gunung Taebaek ini telah diperkenalkan di seluruh Eropa seperti Belanda, Belgia, Jerman, Perancis, dan Spanyol, oleh sebuah stasiun penyiaran Belanda yang diikuti oleh M6 TV Prancis dari jaringan nasional yang meliput daerah tersebut. Program yang terdiri dari sembilan episode mengudara pada NET5 dari Belanda dan Belgia VT4 dari 1 April – 27 Mei.

2. Inje Icefish Festival
Nah, di tengah-tengah Januari sampai Februari, di danau Sangyo, provinsi Gangwon-do juga diadakan festival musim dingin yang dinamakan Inje Icefish Festival. Kita bisa menikmati pemandangan gunung Naeseoraksan dan juga bermain ski ataupun snowboarding disini.
Enggak cuma itu, di Inje Icefish Festival juga ada Inje Bingeo Fishing Festival. yaitu perlombaan memancing diatas es. Tujuan dari lombaan ini, tak lain agar para pengunjung lebih terhibur dengan adanya Inje Icefish Festival. Penonton festival diajak langsung untuk mencoba memancing di atas sebuah sungai beku yang hanya dilubangi beberapa cm diameternya. Dan jangan salah, meski suhu disana menjapai puncak dingin yang menusuk tulang, misal pada akhir Januari, tidak menghalangi keexcitedan pengunjung yang ingin bertelungkup di atas es untuk melihat lebih dekat pada ikan yang mereka pancing. Para pemancing terlihat sangat menikmati air bersih dari Soyang Lake ‘beku’ itu, di mana dua saluran air dari pegunungan berkumpul.

3. New Year (Seollal) Festival

Masih di musim dingin. Tepatnya pada tanggal 23 Januari, Korea Selatan memperingati Hari pergantian tahun mereka yaitu Tahun Baru Imlek, atau dalam bahasa koreanya: Seollal. Museum Sejarah Seoul selalu mengadakan Festival tahunan Seollal pada Hari tahun baru Imlek.

Dari mulai pukul 11 pagi sampai 5 sore, museum ini akan menampilkan pertunjukan, instrumen, pakaian tradisional, dan makanan dari seluruh dunia, dalam balutan tema untuk memperkenalkan acara tradisional Korea dari sudut pandang internasional.

Menariknya, peserta festival juga dapat mencicipi makanan tradisional, mencoba pakaian tradisional dan mencoba alat musik tradisional dari berbagai negara, termasuk Cina, Thailand dan Mongolia serta Korea.

4. Jeju Jeongwol Daeboreum Fire Festival
Yang keempat adalah Festival Api Daeboreum Jeongwol di Pulau Jeju. Festival tentang “membakar kemalangan” dan “menarik keberuntungan”.

Festival ini diselenggarakan dari 2 Februari – 4 Februari, Festival Api di Daeboreum Jeongwol dimulai dengan ritual doa untuk panen yang baik. Festival api Jeongwol Daeboreum berasal dari tradisi kuno masyarakat Korea, yaitu kebiasaan membakar ladang yang sudah dipenuhi ilalang dengan tujuan untuk membasmi hama. Kebiasaan membakar ladang ini biasanya dilakukan menjelang masa tanam untuk bibit-bibit yang baru.

Dan sekarang, festival api di Jeju ini dikemas dengan modern dan sangat menarik. Di hari pertama festival, akan diadakan pertunjukan laser yang kemudian diikuti dengan parade obor.

Di hari berikutnya, permainan rakyat tradisional khas Korea akan ditampilkan, contohnya adalah yutnori yang merupakan papan permainan tradisional yang dimainkan dengan melempar empat tongkat kayu. Kemudian, ada juga permainan juldarigi yang merupakan permainan tentang peperangan.
Hari terakhirnya, acara puncak dimulai. Yakni pembakaran ladang. Namun sebelum itu, akan diadakan pertunjukan kembang api di as Oreum, sebuah sebuah gunung berapi parasit.

Sementara itu, ada juga acara-acara lain yang tak kalah seru selama festival api ini berlangsung. Misalnya sesi meramal, perjalanan naik gunung, tari-tarian perang untuk “Great Unity”, sebuah “lighting of the sacred fire,” kompetisi membangun “moon house”, demonstrasi mengangkat batu (deumdol-deulgi), pertunjukan ucapan selamat dari kota-kota pertukaran internasional, ataupun festival kuliner yang juga menampilkan sup kacang merah Korea yang populer itu.

5 Festival Musim Dingin Terbesar Di Korea

Salah satu keuntungan besar berada di Korea, dengan empat musim yang khas, adalah bahwa ada berbagai hal untuk dinikmati tergantung pada iklim. Tahun ini, Gangwon-do (Propinsi Gangwon), terkenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk festival musim dingin, memikat lebih dari tiga juta pengunjung yang berunjuk rasa untuk menikmati keindahan alam dengan kegiatan musim dingin meskipun suhu di bawah nol.

1. Inje Bingeo Fishing Festival
Bingeo Fishing Festival ke 14 yang berlangsung di Inje di tahun ini mengumpulkan 170.000 pengunjung dalam minggu pertama dan terus menarik lagi, sebanyak 700.000.

Pengaturan untuk memancing di es membuat festival ini lebih menghibur. Daripada memancing ikan trout yangterjebak di dalam kolam berisi, penonton festival festival- diundang untuk mencoba memancing di atas sebuahsungai beku. Suhu dingin menusuk tulang- pada akhir Januari tidak mengganggu kegilaan pengunjung yang telungkup di atas es untuk melihat lebih dekat pada ikan. Parapenangkap ikan menikmati tepat di tempatkarena mereka hidup di air bersih Soyang Lake, di mana dua saluran air dari pegunungan berkumpul.

Festival ini diperkenalkan oleh CNN Go sebagai salah satu dari 50 tujuan utama perjalanan Korea, sehinggamenarik lebih dari 7.000 orang asing ke situs festival.

  1. Hwacheon Sancheoneo Ice-Fishing Festival
    Memancing di es tampaknya memiliki efek daya tarik yang kuat pada wisatawan asing. Setelah Festival Inje, Festival Sancheneo juga mendapatkan ketenaran setelah terpilih sebagai salah satu Tujuh Keajaiban Musim Dingin oleh LONELY PLANET, panduan perjalanan terkenal internasional,  diperkenalkan di CNN Go.Acara utama dari festival ini adalah memancing di es dengan tangan kosong. Beberapa peserta bersedia untuk berani melompat ke dalam air beku kolam untuk mencoba lubang memancing. “Sangat dingin pada awalnya bahkan saya hampir tidak bisa bergerak, tapi ketika saya memasak hasil tangkapan di lokasi, itu menjadi memori yang baik dan kesempatan sekali dalam seumur hidup ,” kata salah satu peserta dalam sebuah wawancara.

    3. Pyeongchang Songeo Festival
    Dimulai pada 22 Desember tahun lalu, Festival Songeo menyelenggarakan berbagai kegiatan musim dingin selain dari ikan es utama, seperti naik eretan dan -skating . Festival selama 46-hari membuat 450.000 orang berkumpul, naik dari 320.000 tahun lalu.

  2. Taebaek Festival Salju
    Menurut survei yang dilakukan oleh situs portal festival, Taebaek Festival Salju dipilih sebagai lokasi festival nomor satu di Korea yang ingin dikunjungi. Tahun ini, salju sering turun , meliputi puncak Gunung Taebaek dengan selimut putih dan membuat pemandangan musim dingin sempurna. Pengunjung juga tertarik dengan patung saljumenjulang tinggi di sekitar Taebaek City.
    Pemandangan dari Gunung Taebaek akan diperkenalkan di seluruh Eropa seperti Belanda, Belgia, Jerman, Perancis,dan Spanyol,  sebuah stasiun penyiaran Belanda diikuti oleh M6 TV Prancis jaringan nasional yangmemfilmkan di daerah tersebut. Program yang terdiri dari sembilan episode akan mengudara pada NET5 dari Belanda dan BelgiaVT4 dari 1 April – 27 Mei.5. Daegwallyeong Snow Festival
    Daegwalleyong Festival berlangsung di Pyeongchang, kota tuan rumah untuk Olimpiade Musim Dingin pertamaKorea pada tahun 2018. Dalam refleksi dari tema festival, “Dream of Pyeongchang,” patung salju yang menggambarkan olahraga Olimpiade seperti ski dan snowboarding dipamerkan.
    Puncak festival adalah Marathon Topless Internasional. Peserta berpakaian hanya mengenakan celana pendek ikut ambil bagian dalam maraton meskipun cuaca -20 derajat, menunjukkan bahwa mereka bertekad untuk melawandingin.

    Jumlah wisatawan asing mengalami kenaikan tahun ini. Dua alasan utama adalah tawaran sukses Gangwon-dountuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2018 dan perhatian internasional pada wilayah tersebut.

MUSIM GUGUR

JEPANG

Jepang memang negeri festival. hampir setiap waktu,setiap muusim selalu ada festival yang terkait dengan alam (teristimewa pertanian) dan kehidupan manusia. Di musim, gugur yyang berlangsung selama tiga bulan, yaitu September, oktober, November, terdapat serangkaian festival seni budaya tradisional jepang.ada festival yang bersifat nasional,berlangsung dimana mana dengan corak yang hampir sama, tapi ada pula yang bersifat lokal tapi sangat terkenal. Ada nya berbagai festival yang di adakan mendukung terlestari nya seni tradisional jepang, karena sebuah festival merupakan hasil gotong royong rakyat setempat yang di ikuti dan di nikmati beramai ramai, baik oleh rakyat setempat maupun wisatawan.

Festival tsukimi (menatap bulan)

Menurut tradisi orang jepang melihat di bulan ada seekor kelinci yang sedang menumbuk dengan alu untuk membuat kue mochi, nach musim gugur meeupakan waktu yang sangat tepat untuk melihat bulan purnama, ( khusus setiap tanggal 25 september dan 23 oktober) sambil minum sake, makan penganan khusus dan menikmati keindahan sang rembulan. Rumah – rumah di hiasi dengan rumput susuki. Festifal ini berlangsung di seluruh jepang namun di masa modern seperti ini mungkin tidak banyak yang punya waktu banyak untuk itu.

Festival takayama (9-10 oktober)

Festival takayama di sebut sebut merupakan salah satu festival terbagus di jepang. Festifal ini sebenar nya di adakan dua kali dalam setahun yaitu festival takayama musim semi atau yang lebih di kenal dengan sanno matsuri,di adakan dikuil Shinto hie, dan festival takayama musim gugur atau lebih di kenal sebagai festival hachiman matsuri, di pagelarkan di kuil Shinto sakurayama hachiman.

Jidai matsuri (22 oktober)

Bertempat di kuil heian Kyoto, merupakan salah satu festival terbesar di kyoto.

Festival api di kuil yuki, kurama, Kyoto (22 oktober)

Berupa jejeran obor di sepanjang Jalan menuju kuil.

Tori no ichi (11 dan 23 november)

Inilah festival sapu penggaruk berhias (kumadate) yang di gamberkan sebagai penggaruk rejeki. Di dekat kuil kuil di Tokyo terutama di kuil otori di kawasan askusa, ada kios penjualan kumadate,pembeli dan penjual sama sama bertepuk tangan secara berirama.

Shichi go san (7-5-3) (15 november)

Pada tanggal15 november kuil kuil di seluruh jepang terlihat ramai di kunungi olek keluarga keluarga muda yang membawa anak anak mereka yang berudia 3,5 dan 7 tahun yang mengenakan oakaian tradisonal yang indah indah. Mereka melakukan doa khusus agar anak anak mereka tumbuh sehat dan keluarga berbahagia. Upacara ini di peruntuk kan bagi anak laki laki yang berusia 3 tahun dan 5 tahun, serta anak perempuan yang berusia 5 tahun dan 7 tahun. Konon angka 3,5 dan 7 merupakan angka keberuntungan di jepang

Berbagai perayaan lain nya.

Tanggal 3 november adalah hari kebudayaan bagi pengembangan kebudayaan.
Semula merupakan perayaan hari ulang tahun kaisar meiji, kaisar perintis modernisasi jepang dan sekaligus pendukung kebudayaan jepang. Pada hari ini pemerintah mengumumkan nama nama berbagai tokoh yang memberikan kontribusi (berjasa) bagi kemajuan kebudayaan jepang.dan beberpa di antara mereka di anugerahi bintang kebudayaan di istana kekaisaran. Pada kesempatanhari kebudayaan ini, di berbagai tempat di jepang berlangsung berbagai festival kebudayaan

Hari syukur kepada tenaga kerja tanggal 23 november adalah untuk meghargai penting nya tenaga kerja dan menyatakan terimakasih kepada semua pekerja. Para petani merayakan pula hari ini. Karena dulu nya merupakan hari festival panen.

Festival Musim Gugur di Setiap Daerah Jepang pada Bulan Oktober

Festival Lentera Nihonmatsu

tanggal 4-6 oktober

di Nihonmatsu Jinja, Nihonmatsu, Fukushima

Festival ini merupakan salah satu dari tiga festival lentera terbesar di Jepang. pada festival ini, masyarakat akan memparadekan ratusan lentera kertas di tengah kota diiringi dengan tarian dan musik.

Festival Sawara

Tanggal 8-10 Oktober

di Sawara, Chiba

festival dimana boneka-boneka besar berukuran 4 meter yang mewakili tokoh sejarah maupun legenda Jepang diparadekan di kota

Festival Nagasaki Kunchi

Tanggal 7 dan 9

di Suwa-Jinja, Nagasaki-shi, Nagasaki

Festival ini ditetapkan sebagai aset budaya rakyat penting

yang tidak berbentuk benda. Karnaval yang mengagumkan ini menarik perhatian wisatawan dari seluruh Jepang. Para anggota jemaat kuil berpartisipasi dalam penampilan yang eksotis yang termasuk tarian naga bergaya Cina yang disebut Ja Odori. (Sumber: Nipponnia No. 34, 15 September 2005)

Festival meriah ini bernuansa kosmopolitan yang merefleksikan sejarah Nagasaki yang berhubuungan dengan dunia internasional. Festival ini diisi dengan parade yang disertai tarian-tarian serta memiliki pengaruh yang kuat dari kebudayaan china. setiap tahunnya festival ini menarik pengunjung lebih kurang 350.000 orang. festival ini diadakan sejak tahun 1634 dan dikenal sebagai salah satu dari tiga festival musim gugur tersebar di Jepang.

Festival Naha

Tanggal 10 Oktober

Di Naha, Okinawa

Festival tarik tambang terbesar di dunia dengan diameter 1,5 meter dan beratnya lebih dari 27 ton. setelah festival ini usai, masyarakat akan berebut untuk mengambil bagian dari tambang yang digunakan dalam festival karena dipercaya bahwa tambang tersebut dapat membawa keberuntungan untuk satu tahun ke depan.

Festival takayama (9-10 oktober)
Festival takayama di sebut sebut merupakan salah satu festival terbagus di jepang. Festifal ini sebenar nya di adakan dua kali dalam setahun yaitu festival takayama musim semi atau yang lebih di kenal dengan sanno matsuri,di adakan dikuil Shinto hie, dan festival takayama musim gugur atau lebih di kenal sebagai festival hachiman matsuri, di pagelarkan di kuil Shinto sakurayama hachiman.
Festival Nada

Tanggal 14-15 Oktober

di Himeji-shi, Hyogo

Festival ini dikatakan sebagai festival pertandingan untuk menyenangkan dewa-dewa dan semakin kasar semakin baik. pertarungan mikoshi adalah yang paling sering dilakukan. pria-pria muda dengan pakaian tradisional mengangkat mikosh dan berlomba cepat menuju ke halaman kuil matsubara. menurut kepercayaan masyarakat, orang pertama yang berhasil membunyikan lonceng di kuil akan diberkati keberuntungan.

Festival Kaname

Tanggal 15 dan 17

di Kuil Ise, Ise, Propinsi Mie

Pendeta Shinto mempersembahkan beras yang baru dipanen kepada para dewa dalam sebuah upacara untuk berterima kasih atas panen yang baik. Upacara Shinto yang paling penting di kuil besar ini. Penduduk setempat juga mempersembahkan beras panen pertama di kuil ini, dan menampilkan upacara hatsu ho hiki (contoh beras pertama) untuk rasa terima kasih mereka atas karunia alam.

Festival Nagoya 

Diadakan di Pertengahan Oktober

di Nagoya, perfektur Aichi

Festival terbesar di Nagoya yang diselenggarakan selama dua hari di berbagai bagian Nagoya yang diiringi dengan arakan mikoshi, para pria dan wanita yang berpakaian zaman dahulu kala disertai dengan musik Kagura. festival ini dimaksudkan untuk menghormati tiga pria terkuat di Jepang zaman pertengahan yaitu Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu. Festival ini juga diserta acara lain seperti Yabusame, Musik band, Parade bunga dan lain-lain.

Sennin Musha Gyoretsu

Tanggal 16-17 Oktober

di Nikkoi, Tochigi

Sennin Musha Gyoretsu (Prosesi seribu prajurit) adalah pemeragaan ulang prosesi perjalanan Tokugawa Ieyasu ke Nikko pada tahun 1617 dengan menggunakan pakaian zaman dahulu

Tanggal 19 Oktober

Koyama, Kagoshima Prefecture

Festival Yabusame (memanah sambil mengendarai kuda) umumnya diikuti oleh para pria muda. festival ini, peserta memakai kostum samurai dan mengikuti kontes memanah sambil mengendarai kuda.

Jidai Matsuri
tanggal 22 oktober
di Heian Jingu, Kyoto-shi, kyoto
Salah satu parade paling spektakular yang bisa ditemukan dalam festival musim gugur di Jepang. terdiri dari lebih kurang 1.700 partisipan yang memerankan tokoh-tokoh terkenal dari sejarah Jepang dengan durasi waktu parade selama 5 jam. prosesi ini dimulai dari istana kekaisaran pada siang hari, menuju jalan Marutachi, kemudian menuju selatan ke jalan Karasuma to Oike dan melalui jalan Gion dan Sanjo lalu tiba di kuil Heian

Hi Matsuri
Tanggal 22 Oktober
di Kurama, Kyoto-shi, Kyoto
Salah satu dari festival musim gugur yang paling unik di Jepang. Festival ini dirayakan di desa pegunungan di Kurama, sebelah utara Kyoto. partisipan membawa obor dan membuat api unggun sepanjang malam. kemudian, mereka akan mengarak mikoshi dari kuil Yuki di kurama

Tanggal 23 oktober
Festival ini dikenal juga sebagai festival memandang bulan. festival ini diadakan untuk menghargai bulan purnama yang muncul pada saat musim gugur. perayaan ini sebenarnya jatuh pada tanggal 15 bulan 8 menurut kalender bulan, namun menurut kalender matahari, yaitu kalender yang kita pergunakan sekarang, hari tersebut jatuh pada tanggal 23 oktober. hari tersebut juga dikenal dengan istilah Jyugoya atau malam ke-15. festival ini merupakan adaptasi masyarakat  Jepang terhadap festival serupa di China yaitu Cap Go Me. Jika masyarakat China memiliki kue bulan untuk menemani mereka melihat bulan, maka masyarakat Jepang memiliki Tsukimi Dango. Tsukimi Dango adalah kue beras berbentuk bulat yang dipersembahkan di altar saat Tsukimi. rumah-rumah dihiasi dengan rumput susuki. festival ini biasanya berlangsung di seluruh Jepang di rumah masing-masing dengan duduk menikmati keindahan bulan sambil memakan dango dan minum sake

KOREA

Musim gugur menjadi waktu yang tepat untuk menikmati festival, baik itu festival budaya maupun festival makanan. Dengan udara sejuk dan pemandangan yang indah, festival menjadi tujuan yang menarik di musim gugur. Dilansir Koreaboo, ini dia festival musim gugur yang bisa menjadi referensi anda yang ingin jalan-jalan ke Korea.

1. Jeonju International Sori Festival
Festibal Sori Jeonju merupakan festival musik tradisional Korea, yaitu pansor. Seni pansori ini merupakan musik tradisional Korea yang dipadu dengan storytelling.

2. Suwon Hwaseong Cultural Festival
Festival yang satu ini merupakan festival budaya di Sueon, teparnhya di sekitar benteng Hwaseong. Benteng tersebut benteng bersejarah yang masuk ke dalam World Cultural Heritage UNESCO. Festival yang digelar di sini termasuk festival besar yang menarik.

3. Ganggyeong Fermented Seafood Festival
Untuk anda pecinta makanan laut bisa mencoba datang ke Ganggyeong Fermented Seafood Festibal. Ganggyeon Jeotgal sendiri merupakan sebuah pasar makanan laut terbesar di Korea. Jika datang ke sini, anda wajib mencicipi ragam makanan yang ditangkap langsung oleh para nelayan lokal.

4. Suncheon Bay Reeds Festival
Suncheon Bay Reeds Festibal merupakan salah satu festival utama di Korea. Suncheon Bay Reeds sendiri merupakan daerah basah pinggir pantai yang terkenal.

5. Jeonju Bibimbap Festival
Inilah dia festival paling ditunggu para penikmat nasi campur Korea, bibimbap. Di festival ini, para pengunjung bisa mengetahui sejarah bibimbap, cara membuatnya dengan beragam langkah, dan menikmati aneka makanan Korea lainnya.

6. Seosan Chrysanthemum Festival
Chrysanthemum merupakan salah satu bunga yang paling terkenal di musim gugur Korea. Bunga ini sangat indah ketika bermekaran. Karena itu, banyak orang berbondong-bondong melihat kecantikan dari bunga-bunga ini di festival. [zee]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s